Minggu, 10 Mei 2026

Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei Sumut

Presiden Prabowo menegaskan hilirisasi meningkatkan nilai tambah, kemandirian ekonomi, serta pengelolaan sumber daya nasional secara.

Tayang:
Penulis: Erik S
Dok. Pertamina
GROUNDBREAKING HILIRISASI - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Total nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp 116 triliun. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memulai hilirisasi nasional tahap kedua dengan 13 proyek strategis senilai Rp116 triliun tahun ini.
  • Presiden Prabowo menegaskan hilirisasi meningkatkan nilai tambah, kemandirian ekonomi, serta pengelolaan sumber daya nasional secara.
  • Proyek mencakup sawit, biodiesel, dan pangan terintegrasi, didukung Danantara untuk pembiayaan serta dampak ekonomi berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah memulai babak baru program hilirisasi nasional. Sebanyak 13 proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional. 

Peresmian groundbreaking Danantara Fase II 2026 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: DPR: Danantara Jalankan Peran Strategis dalam Proyek Hilirisasi Fase II

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo. 

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan berhenti pada tahap ini. Sejumlah proyek lanjutan bahkan telah disiapkan untuk memperluas cakupan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari energi hingga pertanian. 

Program ini juga ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa pihaknya berfokus mengoptimalkan aset strategis BUMN agar proyek hilirisasi memiliki fondasi pendanaan yang kuat. 

Menurut Rosan, sinergi antar-lembaga menjadi kunci agar proyek berskala besar tersebut berjalan terukur sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. 

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Proyek ini digarap oleh sub holding PTPN III (Perseo), PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional. 

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan bahwa pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar. “Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya. 

Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat.

Secara teknis, fasilitas yang dibangun di Sei Mangkei mencakup industri pangan dan energi dalam satu kawasan terpadu. Di tempt terpisah, Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun, serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved