Pemerintah Targetkan 10 Juta Warga Bekerja di Sektor Formal atau Jadi Wirausaha
Pemerintah akan mendorong 10 juta warga bisa bekerja di sektor formal atau menjadi wirausaha baru di 2029.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah akan mendorong 10 juta warga bisa bekerja di sektor formal atau menjadi wirausaha baru di 2029.
- Pemerintah akan menggerakkan secara masif kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem.
- Setiap daerah memilki hub atau tempat potensial yang bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan mendorong 10 juta warga bisa bekerja di sektor formal atau menjadi wirausaha baru di 2029 agar masyarakat bisa keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyatakan, target tersebut merupakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Sesuai dengan Inpres Nomor 4, Kementerian UMKM dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus bergerak untuk berkontribusi mengatasi kemiskinan ekstrem tahun 2026 dan kemiskinan 5 persen maksimal di 2029," kata Menko Muhaimin usai rapat koordinasi di kawasan M Bloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).
"Caranya ada dua, kita ingin mendorong sampai 2029 minimal ada 10 juta warga kita bekerja secara formal atau menjadi pelaku usaha dan pengusaha," sambungnya.
Cak Imin bilang, pemerintah akan menggerakkan secara masif kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem. Kawasan seperti M Bloc didorong menjadi hub ekonomi kreatif.
"Insyaallah kita akan bekerja terus untuk itu, dan melalui UMKM dan ekonomi kreatif kita yakin kita bisa menggerakkan potensi yang dimiliki masyarakat untuk berdaya dan mandiri," ujarnya.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi wirausaha ekonomi kreatif di kalangan miskin dan miskin ekstrem untuk bisa mengembangkan bisnisnya.
Hal tersebut tidak hanya akan menyasar pegiat UMKM di kota-kota besar seperti Jakarta, melainkan juga ke desa-desa.
Baca juga: Pertama Digelar di JICC, Pesta Wirausaha Nasional 2026 Akan Dihadiri 15 Ribu Pengusaha
"Tadi bersama Pak Menko, kami juga menyampaikan beberapa hal dan beliau juga sangat men-support agar pegiat ekonomi kreatif yang semakin berkembang, tidak hanya di kota-kota besar tetapi di berbagai desa, kecamatan, dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai macam talenta mereka ini juga terus untuk diberikan kesempatan untuk naik kelas," jelas Riefky.
Salah satunya melalui dukungan pada desa kreatif dan pembangunan desa kreatif baru seperti yang terjadi di kawasan Blok M.
Baca juga: Rakernas GEKRAFS 2026 Rumuskan Astakarya, Strategi Percepat Ekonomi Kreatif
Menurut dia, setiap daerah memilki hub atau tempat potensial yang bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif. Tinggal bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMD serta komunitas kreatif.
"Bagaimana creative hubs yang ada di daerah juga bisa diaktivasi kembali. Jadi tempat-tempat seperti ini banyak sekali di daerah-daerah tetapi masih terbengkalai," tandas Riefky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Cak-Imin-ekonomi-kreatif-OK.jpg)