Senin, 20 April 2026

Generasi Muda Bekasi Diajak Berani Berkarya di Save My Generation Conference 2026

Ekonomi kreatif bukan sekadar angka di atas kertas atau tren sesaat. Bagi anak muda Indonesia, ini adalah tiket emas menuju masa depan

Editor: Dodi Esvandi
HO/IST/Abdi Ryanda Shakti
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, berbicara di hadapan sekitar 500 peserta yang tergabung dalam Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia, di acara Save My Generation Conference 2026 yang digelar di Rhema Building Convention Center, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026). 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Ekonomi kreatif bukan sekadar angka di atas kertas atau tren sesaat. 

Bagi anak muda Indonesia, ini adalah tiket emas menuju masa depan. 

Semangat itulah yang memenuhi atmosfer Rhema Building Convention Center, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026), saat ratusan anak muda berkumpul dalam ajang Save My Generation Conference 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, hadir tidak dengan bahasa formal yang membosankan. 

Di hadapan sekitar 500 peserta yang tergabung dalam Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia, ia membawa pesan yang lugas: Saatnya karya lokal naik kelas.

Teuku Riefky menekankan bahwa kementeriannya punya misi besar untuk mengawal jenama (brand) lokal agar tidak hanya menjadi juara di negeri sendiri (national champion), tapi juga berani bicara di kancah global.

"Intinya, tugas kami adalah memastikan kreativitas kalian menjadi aksi, inovasi menjadi solusi, dan kontribusi menjadi tujuan. Kita ingin karya kalian go global," tegasnya.

Namun, semangat saja tidak cukup. Teuku Riefky mengingatkan pentingnya aspek "keamanan" dalam berkarya. 

Bagi anak muda yang sudah punya produk, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah langkah wajib agar karya mereka terlindungi dan punya nilai ekonomi berkelanjutan.

Mengusung tema ‘Elevate to Impact’, acara ini semakin "panas" dengan kehadiran motivator nasional sekaligus Staf Khusus Menko Infra, Merry Riana

Dengan gaya bicaranya yang energetik, Merry menantang peserta untuk merenungkan satu kata: Dampak.

Menurutnya, kesuksesan bukan soal seberapa besar keuntungan yang diraih, tapi seberapa berbeda dunia setelah kehadiran kita.

  • Indikatornya sederhana: Apakah karya kita berguna?
  • Efeknya nyata: Apakah bisnis kita menggerakkan orang lain?
  • Visi besarnya: Apakah ada perubahan berkelanjutan yang tercipta?

"Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Hidup itu kesempatan. Tunjukkan talenta kalian dengan percaya diri sekarang juga, jangan ditunda-tunda," pesan Merry yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri: Ketangguhan Riset Jadi Kunci Ekonomi Kreatif Indonesia

Kolaborasi Menuju Indonesia Emas

Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Ini adalah sinyal bahwa pemerintah mulai serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang digerakkan dari daerah-daerah.

Melalui gerakan GEMPAR, diharapkan muncul kolaborasi-kolaborasi baru antar kreator muda. 

Kementerian Ekraf pun berjanji akan terus membuka akses, mulai dari pelatihan hingga pembiayaan, agar ekosistem kreatif di Indonesia tetap hidup dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan talenta muda, mimpi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang sedang dibangun dari tangan-tangan kreatif generasi hari ini.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved