Ketua Komisi XI DPR Minta BI Segera Stabilkan Rupiah
Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke angka ideal,
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke angka ideal.
- Desakan ini muncul menyusul pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS).
- Misbakhun menegaskan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto merupakan pengingat bagi bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke angka ideal.
Desakan ini muncul menyusul pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Prabowo Jawab Sindiran RI Bakal Kolaps Karena Nilai Tukar Rupiah: Orang Desa Nggak Pakai Dolar
Misbakhun menegaskan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto merupakan pengingat bagi bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar.
"Arahan Bapak Presiden bahwa rupiah harus dikendalikan. Rupiah harus dikendalikan nilainya dan rupiah harus dikembalikan kepada nilai yang ideal," kata Misbakhun saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).
Politikus Partai Golkar itu menyoroti, nilai tukar rupiah saat ini sudah terperosok sangat jauh.
Angkanya meleset lebih dari Rp 1.000 jika dibandingkan dengan asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN 2024.
Jika dibiarkan, Misbakhun khawatir pelemahan ini akan memukul industri yang bergantung pada bahan baku impor, yang pada akhirnya memicu lonjakan inflasi nasional.
"Kita khawatirkan nanti itu akan memberikan tekanan terhadap inflasi karena impor bahan baku menjadi mahal. Dan rupiah saat ini melewati lebih dari Rp 1.000 dari asumsi makro yang ada di APBN 2024," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendorong Bi segera melakukan upaya stabilisasi untuk membawa rupiah kembali ke nilai sepantasnya.
Apalagi, kata Misbakhun, Gubernur BI sendiri juga menyebut bahwa posisi rupiah saat ini berstatus undervalued (di bawah nilai fundamentalnya).
"Komisi XI memberikan kesempatan kepada Bank Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang strategis bagaimana bisa melakukan upaya penguatan kembali nilai rupiah kepada angka pada nilai yang menurut saya sepantasnya," tuturnya.
Ia menegaskan, langkah konkret diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BI.
"Kalau ini berkepanjangan terus menerus bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak bisa menjaga atau mempertahankan nilai tukar rupiah pada posisi yang sebenarnya," jelas Misbakhun.
Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.
Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo membandingkan ketahanan Indonesia dengan negara-negara lain yang saat ini sedang mengalami kepanikan akibat krisis geopolitik global.
Menurutnya, situasi dunia memang menekan rantai pasok, namun Indonesia justru mampu bertahan bahkan mengekspor komoditas ke luar negeri.
"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.
Ia menjabarkan sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil kini mengantre untuk membeli komoditas dari Indonesia, baik berupa pupuk urea maupun beras. Hal ini menjadi bukti bahwa sektor riil Indonesia berjalan di jalur yang benar.
Namun, di tengah capaian positif tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada para unsur pimpinan di dalam negeri. Ia meminta para elit dan pemegang kekuasaan untuk tetap loyal dan fokus berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-XI-DPR-RI-Mukhamad-Misbakhun-24122025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.