Amran Ngaku Ditelepon Mentan Australia: Mereka Ucapkan Terima Kasih Sudah Bantu Pasok Pupuk
Penguatan industri pupuk merupakan fondasi penting dalam percepatan program swasembada pangan nasional.
Ringkasan Berita:
- Mentan Amran mengaku ditelepon Mentan Australia Julie Collins yang berterima kasih atas pasokan pupuk dari Indonesia.
- Indonesia mulai mengekspor pupuk urea ke Australia dengan target kerja sama hingga 500 ribu ton senilai Rp7 triliun.
- Pemerintah memastikan ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional surplus dan kebutuhan petani dalam negeri tetap aman.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengaku dirinya mendapat panggilan telepon dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins MP.
Dalam sambungan telepon tersebut, Amran menyatakan kalau Julie Collins menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Indonesia dalam memasok pupuk ke Australia di tengah situasi ketidakpastian global dan tekanan geopolitik dunia.
"Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global. Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan," ujar Amran dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Prabowo Klaim Banyak Negara Asing Minta Pupuk Indonesia, Benarkah?
Mentan Amran mengatakan, pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian di kawasan.
Dengan kondisi tersebut, Amran mengklaim kalau Indonesia telah menunjukkan kalau pasokan pupuk yang ada tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain.
Sebelum adanya ucapan terima kasih dari Mentan Julie Collins, ungkapan senada juga terlebih dahulu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon.
Hubungan kedua kepala negara tersebut juga kata Amran, menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama pangan antara kedua negara kini berkembang menjadi kemitraan strategis yang semakin erat.
"Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia," ucap Amran.
"Komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara tersebut dinilai menunjukkan posisi Indonesia yang semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, khususnya sektor pupuk," sambung dia.
Sebagai informasi, pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, dilakukan pada Kamis (14/5/2026).
Amran menyampaikan bahwa ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) Indonesia–Australia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.
Pada tahap awal, volume ekspor yang dikirim mencapai 47.250 ton, jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.
"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun," kata Amran.
Amran menegaskan, penguatan industri pupuk merupakan fondasi penting dalam percepatan program swasembada pangan nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Amran-Sulaiman-stok-beras-OK.jpg)