Kamis, 4 Juni 2026

Gejolak Rupiah

Ketua Banggar DPR: Rupiah Sudah Undervalue, Seharusnya Tak Melebihi Rp 17.600 per Dolar AS

Said mengungkapkan pelemahan rupiah kali ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor fundamental ekonomi. 

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
SOROTI PELEMAHAN RUPIAH - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Said Abdullah menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pagi ini.  

Ringkasan Berita:
  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS pagi ini. 
  • Menurutnya, rupiah saat ini sudah berada pada kondisi undervalue dan seharusnya tidak melebihi Rp17.600 per dolar AS.
  • Dia mendorong penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan serta meminta pemerintah melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas perekonomian dan membangun optimisme pelaku usaha serta investor.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pagi ini. 

Menurutnya kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berdampak terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.

Said mengungkapkan pelemahan rupiah kali ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor fundamental ekonomi. 

Dia menilai nilai tukar rupiah saat ini sudah berada pada posisi yang terlalu rendah dibandingkan kondisi yang seharusnya.

“Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologi dan kemudian pasar keuangan kita, khususnya di bursa, sekarang indeks harga saham gabungan minus sekitar 3,04 persen,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia dari sisi valuasi, rupiah sudah berada dalam kondisi undervalue.

Undervalue istilah dalam pasar keuangan dimana harga atau nilai pasar mata uang lebih rendah dari nilai intrinsik atau nilai wajar sebenarnya. 

Karena itu ia menilai nilai tukar rupiah seharusnya tidak melewati batas tertentu.

“Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja, karena dari sisi nilai rupiah sudah under value. Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600,” ucap politisi senior PDIP ini.

Said juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal dan moneter melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). 

Menurutnya koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan terhadap nilai tukar.

“Maka saya sungguh berharap sejak awal ada sinergi bauran fiskal dan moneter dalam forum KSSK, Komite Stabilitas Sektor Keuangan. Manfaatkan itu sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola kita di kebijakan fiskal,” ucapnya.

Selain itu, Said juga mengajak para pelaku usaha dan investor untuk tetap optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia. 

Dia menegaskan DPR akan terus mendorong pemerintah melakukan langkah-langkah mitigasi guna menahan tekanan terhadap rupiah.

“Pada saat yang sama kita berharap kepada para pelaku usaha, investor bahwa kami akan membangun optimisme dengan meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi terhadap terus-menerus kelemahan rupiah ini,” pungkas Said.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin anjlok setiap harinya dan kini sudah tembus Rp18.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Kamis (4/6/2026) pagi, rupiah sudah di atas Rp18.023 per dolar AS, atau melemah 57 poin dari posisi penutupan perdagangan kemarin.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved