Senin, 8 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan

Sesi 1 IHSG 8 Juni 2026 Ambles 2,87 Persen, Saham BBCA Jebol Level 5.000

Salah satu sorotan utama adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harus rela jebol dari level psikologis 5.000 ke 4.960

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
Tribunnews.com
IHSG - Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Senin (8/6/2026), IHSG terpantau melemah signifikan sebesar 2,87 persen ke posisi 5.434,31. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG menutup perdagangan sesi pertama hari Senin (8/6/2026) dengan pelemahan signifikan sebesar 2,87 persen ke level 5.434,31 akibat tekanan sentimen negatif di pasar modal domestik.
  • Pelemahan merata di berbagai indeks acuan, termasuk LQ45 yang terkoreksi 2,76 persen dan indeks syariah ISSI yang turun 3,19 persen, dengan total nilai transaksi mencapai 12,92 triliun rupiah.
  • Saham-saham blue chip mengalami tekanan jual intens, di mana BBCA jebol dari level psikologis 5.000 ke 4.960

 

TRIBUNNEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan tekanan yang cukup berat.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Senin (8/6/2026), IHSG terpantau melemah signifikan sebesar 2,87 persen ke posisi 5.434,31.

Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang tengah menyelimuti pasar modal domestik sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Indeks Sektoral dan LQ45 Kompak Melemah

Jika melihat pada grafik pergerakan indeks hari ini, pola penurunan terlihat konsisten sejak pembukaan pasar hingga tengah hari.

Indeks sempat berupaya melakukan koreksi, namun tekanan jual yang masif membuat grafik terus bergerak di zona merah dengan volatilitas yang cukup terasa.

Area bayangan merah pada grafik menunjukkan bahwa sepanjang sesi pertama, IHSG tidak mampu menembus kembali ke zona hijau dan cenderung tertekan di bawah level pembukaan.

Tekanan jual tidak hanya menimpa IHSG, tetapi juga merembet ke berbagai indeks acuan lainnya.

Indeks LQ45, yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi, turut terkoreksi sebesar 2,76 persen dan parkir di level 542,32.

Kondisi serupa juga dialami oleh indeks syariah ISSI yang mencatatkan penurunan sebesar 3,19 persen.

Data perdagangan hingga pukul 11.59 WIB menunjukkan bahwa mayoritas indeks sektoral berada di zona merah, dengan indeks BISNIS-27 mencatatkan koreksi terdalam sebesar 3,34 persen.

Secara keseluruhan, total volume perdagangan tercatat sebesar 20,24 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai 12,92 triliun rupiah.

Baca juga: Cadangan Devisa RI Turun Jadi 144,9 Miliar Dolar AS per Mei 2026

BBCA dan Saham Blue Chip Tertekan

Dalam pantauan order book, sejumlah saham berkapitalisasi besar atau blue chip mengalami tekanan jual yang cukup intens.

Salah satu sorotan utama adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harus rela jebol dari level psikologis 5.000, dengan penurunan harga sebesar 2,27 persen menjadi 4.960.

Tidak hanya BBCA, saham perbankan besar lainnya juga mengalami nasib serupa. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan penurunan sebesar 2,92 persen ke level 2.660, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melemah 2,80 persen ke level 3.120.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved