Senin, 8 Juni 2026

Sambut Status Baru Sebagai Ketua ASEAN 2029, Timor-Leste Bangun Hotel Hingga Lebarkan Jalan

Posisi ketua ASEAN diberikan kepada setiap negara-negara anggota organisasi negara-negara Asia Tenggara ini secara bergilir.

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
KETUA ASEAN 2029 - Presiden Timor Leste Ramos Horta diwawancarai awak media usai jadi pembicara di acara 'Leadership Lecture' yang diselenggarakan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, baru-baru ini. 

Ringkasan Berita:
  • Timor Leste kini menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menyambut status baru sebagai Ketua ASEAN di 2029. 
  • Status sebagai Ketua ASEAN pada 2029 menjadi pendorong percepatan pembangunan nasional Timor Leste, termasuk pembangunan infrastruktur hingga harmonisasi regulasi demi mendukung agenda kawasan.
  • Status sebagai anggota ASEAN akan banyak mendatangkan manfaat ekonomi bagi Timor Leste di masa datang yang antara lain ditandai oleh meningkatnya arus investor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Timor Leste kini menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menyambut status baru sebagai Ketua ASEAN di 2029. Timor Leste merupakan anggota terbaru ASEAN setelah negara ini resmi bergabung pada 26 Oktober 2025.

Posisi ketua ASEAN diberikan kepada setiap negara-negara anggota organisasi negara-negara Asia Tenggara ini secara bergilir.

Baca juga: Update Ranking FIFA Negara ASEAN Hari Ini: Indonesia Melonjak ke Posisi 118 Dunia, Thailand Merosot

“Kami bekerja sama dengan pemegang keketuaan ASEAN saat ini, kemudian pemegang keketuaan tahun 2027 dan 2028, untuk menyelaraskan kebijakan dan prioritas agar terjaga keberlanjutannya,” kata Presiden Ramos Horta usai jadi pembicara di acara 'Leadership Lecture' yang diselenggarakan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, baru-baru ini.

Presiden Ramos-Horta mengaku bangga dan bersemangat negaranya ditunjuk jadi Ketua ASEAN. Dia mengatakan, status sebagai Ketua ASEAN pada 2029 menjadi pendorong percepatan pembangunan nasional Timor Leste, termasuk pembangunan infrastruktur hingga harmonisasi demi mendukung berbagai agenda kawasan.

Dia mengatakan, pemerintah Timor Leste kini bergerak cepat agar negaranya benar-benar siap menjadi Ketua ASEAN dengan menggerakkan berbagai sektor agar pada 2029 nanti siap menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi organisasi regional tersebut.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada konferensi pers pasca-KTT ke-48 ASEAN di Jakarta pada 11 Mei lalu, menyatakan bahwa Timor Leste menyatakan siap memegang mandat keketuaan bergilir ASEAN di 2029.

Dia mengatakan, para pemimpin ASEAN juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung posisi Timor Leste sebagai anggota penuh organisasi melalui berbagai inisiatif yang berkelanjutan.

Ramos Horta mengatakan, Pemerintah Timor-Leste saat ini melakukan harmonisasi berbagai regulasi dan perjanjian internasional,pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel, pusat konvensi, serta infrastruktur kota seperti pelebaran jalan dan penataan kota.

"Kami membutuhkan lebih banyak hotel, pusat konvensi, dan fasilitas pendukung lainnya. Karena itu kami sudah mulai memperlebar jalan dan mempercantik kota," kata Ramos Horta.

Dia optimistis status baru Timor Leste sebagai anggota ASEAN akan banyak mendatangkan manfaat ekonomi bagi negara dan rakyat Timor Leste di masa datang yang antara lain ditandai oleh meningkatnya arus investor.

"Menjadi Ketua ASEAN memberikan manfaat bagi perekonomian lokal kami dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan hal itu saat ini sudah mulai terlihat. Saya yakin dua tahun lagi akan mulai terasa dampak yang lebih besar," ujarnya.

Dia menekankan, setiap ketua ASEAN harus menjaga kesinambungan kebijakan yang telah disepakati para pemimpin ASEAN sebelumnya.

Baca juga: IIES 2026 Hubungkan Pelaku Bisnis Global dengan Pasar RI dan ASEAN

Salah satu isu yang perlu mendapat perhatian ASEAN adalah pencegahan konflik baik yang bersifat antarnegara maupun konflik di dalam negeri anggota ASEAN.

"Kami sebenarnya sudah melihat adanya ketegangan pada 2004, tetapi saat itu tidak terlalu diperhatikan. Akibatnya, pada 2006 kami menghadapi krisis yang berlangsung hingga 2008," ujarnya menceritakan pengalaman di dalam negeri Timor Leste.

Dia mendorong semua anggota ASEAN memperkuat mekanisme deteksi dini dan pencegahan konflik serupa demi mencegah potensia krisis yang lebih besar.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved