Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Afifuddin Kalla Dorong Penguatan Industri Pengolahan
Afifuddin Suhaeli Kalla menilai sektor industri pengolahan perlu diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Ringkasan Berita:
- BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen yoy pada Q1 2026, tertinggi dalam 14 triwulan.
- Isu target 8% dibahas dalam debat Caketum HIPMI di Jambi. Afifuddin Kalla menilai penguatan industri pengolahan, termasuk IKM di daerah, penting untuk pemerataan ekonomi dan substitusi impor.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun.
Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026 tercatat sebagai yang tertinggi dalam 14 triwulan terakhir dan menjadi capaian triwulan pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Indonesia juga disebut mencatat pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara G20 pada periode yang sama.
Isu pertumbuhan ekonomi turut menjadi pembahasan dalam Debat Pertama Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 yang berlangsung di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (9/5/2026).
Salah satu calon ketua umum, Afifuddin Suhaeli Kalla atau Afi Kalla, menilai sektor industri pengolahan perlu diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, pengembangan industri tidak hanya bertumpu pada skala besar, tetapi juga melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) di daerah.
Ia menyebut IKM dapat menjadi jalur masuk bagi pengusaha muda untuk terlibat dalam ekosistem industri dan pengolahan sumber daya lokal.
“Masing-masing provinsi memiliki potensi dan sumber daya yang bisa dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi di daerah,” ujar Afi dalam debat tersebut.
Afi juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi antara wilayah Jawa dan luar Jawa.
Menurutnya, pengembangan industri pengolahan di tingkat daerah dapat membantu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga nilai tambah komoditas tetap berada di daerah asal.
Selain itu, ia menilai konsumsi rumah tangga yang tinggi di Indonesia perlu diimbangi dengan penguatan sektor produksi dalam negeri.
Ia mendorong pengembangan produk substitusi impor agar ketergantungan terhadap barang impor dapat dikurangi.
Debat kandidat tersebut menghadirkan empat calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, yakni Afifuddin Suhaeli Kalla, Reynaldo Bryan, Anthony Leong, dan Ade Jona.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Peran Danantara Dinilai Belum Maksimal
Forum itu menjadi ajang penyampaian gagasan terkait arah organisasi dan kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Afifuddin-Kalla-caketum-hipmi.jpg)