Selasa, 16 Juni 2026

Pengamat: RI Harus Ambil Kebijakan Berani Soal DHE untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah

Jika devisa hasil ekspor bisa dikelola bank-bank di dalam negeri, BI bisa lebih mampu menahan kemerosotan rupiah.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Choirul Arifin
HANDOUT
DEVISA HASIL EKSPOR - Jika devisa hasil ekspor CPO dikelola bank-bank di dalam negeri, Bank Indonesia memiliki kemampuan lebih besar menjaga nilai tukar rupiah dari risiko pelemahan. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia hrus mengambil langkah berani memperkuat nilai tukar rupiah melalui penataan ulang aturan ekspor komoditas strategis ke luar negeri.
  • Jika devisa hasil ekspor bisa dikelola bank-bank di dalam negeri, BI juga bisa memiliki kemampuan lebih besar saat rupiah mengalami tekanan seperti saat ini.
  • Nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka rekor tertingginya Rp18.190 per 1 dolar AS pada 8 Juni 2026 lalu berangsur menguat 2,66 persen ke level Rp17.706 di 15 Juni 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan keputusan pemerintah memperkuat tata kelola ekspor dengan membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) punya relevansi dengan lalu lintas ekspor komoditas sumber daya alam yang belum transparan. 

Padahal sektor komoditas SDA merupakan aset strategis bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Ekonomi, ekspor SDA menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor Indonesia. 

Tiga komoditas ekspor terbesar RI saat ini adalah batubara sekitar 8,65 persen, diikuti crude palm oil (CPO) sebesar 8,63 persen dan ferro alloy sebanyak 5,82 persen.

"Jika DSI mampu melakukan monitoring dan menertibkan transaksi ekspor melalui mekanisme satu pintu, rasanya akan banyak dampak positif yang bisa dinikmati pemerintah dan rakyat Indonesia dari sumber daya alamnya ini,” kata Fendi kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Di tahun 2024 total ekspor batu bara mencapai USD 30,49 miliar, produk sawit USD 27,76 miliar dan ferro alloy sekitar USD 13,8 miliar. Secara total, nilai ekspor tiga komoditas tersebut cukup fantastis, mencapai USD 72,05 miliar.

Fendi mengatakan, sektor - sektor komoditas penting dunia itu memang semestinya dikelola secara optimal untuk bisa memberi nilai tambah yang lebih besar kepada perekonomian Indonesia. 

Apalagi, saat ini dunia sedang dalam kondisi geopolitik yang terus berubah dan semua negara berusaha mengelola aset - aset strategisnya.

Fendi mengatakan, salah satu keuntungan yang bisa dioptimalkan oleh DSI adalah pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE). Selama ini pemerintah kesulitan untuk menarik kembali hasil transaksi ekspor ke bank-bank di dalam negeri.

Baca juga: Industri Elektronik Tahan Kenaikan Harga di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Bertahun-tahun pemerintah berusaha meningkatkan arus DHE ke dalam negeri melalui berbagai instrumen regulasi, tapi belum berhasil. 

Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan cadangan devisa di Bank Indonesia (BI) yang tidak mengalami pertumbuhan signifikan, sementara nilai ekspor berbagai komoditas terus melonjak.

"Jika DHE ekspor komoditas ini bisa dikelola bank-bank dalam negeri, BI juga bisa memiliki kemampuan lebih besar saat rupiah mengalami tekanan seperti saat ini," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia harus berani mengambil langkah berani memperkuat nilai tukar rupiah melalui aset - aset strategis tersebut yang juga merupakan komoditas penting dunia.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Level Rp 17.708, Sentimen Positif Datang dari Turunnya Harga Minyak 

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh angka rekor tertingginya Rp18.190 per 1 dolar AS pada 8 Juni 2026. Namun nilai tukarnya berangsur menguat hingga 2,66 persen ke level Rp17.706 per 15 Juni 2026.

"Indonesia harus berani mengambil kebijakan yang mendukung penguatan rupiah melalui aset-aset strategis seperti ekspor komoditas ini,” tegasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved