Virus Corona

Anies Sempat Batasi Transjakarta hingga MRT: Antre di Luar Risiko Penularan Corona Lebih Rendah

Di Mata Najwa, Anies Baswedan ungkap alasan batasi Transjakarta, MRT, LRT: Karena di gerbong juga sudah antre.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Gubernur DKKI Jakarta Anies Naswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat melakukan pembatasan penggunaan transportasi umum di Jakarta seperti Transjakarta, MRT, dan LRT.

Kebijakan Anies itu sempat menimbulkan protes dari berbagai kalangan, khususnya para pengguna sarana transportasi tersebut lantaran menciptakan antrean yang cukup panjang.

Anies kemudian menjelaskan bahwa sehari-hari memang kerap terjadi antrean namun ia meyakini antrean di luar halte atau stasiun lebih rendah risikonya dalam penularan virus corona.

Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkap Anies dalam teleconference unggahan YouTube Najwa Shihab, Rabu (18/3/2020).

Anies mengklaim sebelum virus corona mewabah hebat seperti saat ini, para penumpang antre di dalam stasiun dan halte sehingga terjadi kepadatan di dalam gerbong kereta dan bus.

Ia tak ingin membiarkan para penumpang terus berdesak-desakan dan berpotensi menyebarkan virus corona.

Anies Baswedan kembalikan jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT mulai Selasa (17/3/2020) karena antrean panjang yang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta setelah berlakunya jam operasional baru pada Senin (16/3/2020) sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.
Anies Baswedan kembalikan jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT mulai Selasa (17/3/2020) karena antrean panjang yang terjadi di sejumlah Halte Bus Transjakarta setelah berlakunya jam operasional baru pada Senin (16/3/2020) sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. (Twitter @PT_Transjakarta)

Baca: BREAKING NEWS: Anies Baswedan Putuskan Semua Kegiatan Ibadah di Jakarta Dilakukan dari Rumah

Baca: BREAKING NEWS: 309 Orang Terinfeksi Covid-19, Ini 15 Provinsi Sebarannya

"Soal antrean penumpang di mana-mana, selama berminggu-minggu, itu kepadatan ada dalam bus, ada dalam gerbong, tidak antre di luar pun di gerbong berdekatan, padat sekali," ujar Anies.

"Tidak mungkin di ruang tertutup gerbong kereta atau di bus padatnya seperti itu."

"Bila itu dibiarkan terus, di situlah letak potensi penularan," sambungnya.

Anies kemudian melakukan pembatasan pada Senin (16/3/2020) dan sempat berencana akan berlaku 14 hari ke depan namun batal.

Halaman
123
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved