Rabu, 3 Juni 2026

Virus Corona

Anies Sempat Batasi Transjakarta hingga MRT: Antre di Luar Risiko Penularan Corona Lebih Rendah

Di Mata Najwa, Anies Baswedan ungkap alasan batasi Transjakarta, MRT, LRT: Karena di gerbong juga sudah antre.

Tayang:
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiara Shelavie
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Gubernur DKKI Jakarta Anies Naswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020) malam. 

Tak hanya itu, Anies menyebut ada hasil signifikan dari pembatasan itu, yakni berkurangnya jumlah penumpang dari 1 juta menjadi 250.000.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian memberikan instruksi pada pemerintah daerah agar tetap menyediakan layanan transportasi umum.

Jokowi memerintahkan agar penyedia trasnportasi memperhatikan kebersihan moda transportasinya.

Anies kemudian mengikuti instruksi Jokowi sehingga kebijakan pembatasan hanya berlaku satu hari.

Anies klaim Jakarta bisa tes hingga 150 kasus corona per hari

Anies menjelaskan langkah Pemprov Jakarta saat ini utamanya adalah sosialisasi social distancing atau jaga jarak aman demi pencegahan virus corona.

Selain itu, ia juga tengah menanamkan kesadaran masyarakat bahwa setiap orang yang memiliki gejala menyerupai corona maka segera melakukan pengetesan di rumah sakit yang sudah ditunjuk.

"Setiap kali ada kasus, di mana orang dicurigai memiliki tanda-tanda Covid-19 maka kita segerakan melakukan pengetesan," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies belum mendapat izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengetesan di daerah hingga pada Senin (16/3/2020) baru diperbolehkan.

"Tapi pengetesan itu (awalnya) tidak bisa kita lakukan, kemarin-kemarin kita harus mengirimkan (ke pusat) untuk mendapatkan hasilnya," ungkap Anies.

"Alhamdulillah hari Senin kemarin, kita mendapat izin untuk melakukan pengetesan itu di Jakarta," sambungnya.

Anies mengklaim fasilitas pengetesan corona ini bisa digunakan maksimal 150 orang atau kasus per hari.

Baca: Anies: Salat Jumat di Jakarta Ditiadakan Selama 14 Hari

Baca: Pimpinan Fraksi PDIP DPR: Kalau Benar Gunakan Masa Reses Untuk Tamasya, Kami Akan Didik Krisdayanti

"Jadi dalam waktu amat singkat, Jakarta nanti punya kemampuan untuk melakukan pengetesan," kata Anies.

"Tetapi ada kapasitasnya, kemampuan untuk mengetes itu, karena alat yang dimiliki bisa mengetes satu hari kira-kira 120 sampai 150 case atau sampel," sambungnya.

Sayang sekali, bagi Anies angka maksimal 150 masih belum mencukupi kasus yang terus meningkat di Jakarta.

"Jadi tidak kemudian serta merta kapasitas pengetesan itu ada," kata Anies.

"Tapi dibandingkan jumlah yang harus dites, ini jumlahnya masih belum sebanding," tandasnya.

(Tribunnews.com/ Ifa Nabila)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved