Virus Corona
Pemerintah Ucapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Sejumlah Tim Medis karena Corona
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya tim medis yang menangani pasien corona.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Miftah
Daeng mengungkapkan, kedua dokter yang meninggal itu berasal dari Jawa Barat.
"Satu di Bogor, satu di Bekasi," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima Daeng, kedua dokter tersebut meninggal setelah mendapat rujukan.
"Meninggalnya di RSPAD Gatot Subroto, satu di Rumah Sakit Persahabatan," terang Daeng.
Kedua dokter tersebut telah dipastikan positif virus corona.
"Iya (positif Covid-19)," ujarnya.
Daeng menjelaskan, kedua dokter tersebut meninggal dunia setelah keduanya tertular virus corona dari pasien yang mereka rawat.
Sementara untuk junlah pasti tenaga medis yang terinfeksi Covid-19, Daeng mengaku tidak memiliki data secara pasti.
Baca: 4 WNI di Singapura Dikonfirmasi Positif Terjangkit Virus Corona
Baca: Tercatat 64 Kasus Baru Positif Terjangkit Virus Corona, Mayoritas di DKI Jakarta
Hal tersebut lantaran Kementerian Kesehatan tidak memberikan data mengenai tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 kepada IDI.
"Kalau perawat (yang meninggal dunia) sudah diumumkan, jadi data tidak disampaikan oleh yang menghimpun data, yaitu Kemenkes," ungkap Daeng.
Akibatnya, ada beragam informasi yang berbeda soal jumlah tim medis yang dinyatakan positif corona.
"Beragam informasi yang saya terima, ada yang bilang 23 total tenaga medis yang terinfeksi, ada juga yang bilang 32," terangnya.
Sementara untuk dokter yang meninggal dunia karena corona, Daeng menyebut ada 3 dokter.
Namun, Daeng mengaku, pihaknya baru mengonfirmasi 2 dokter.
"Ada 3 dokter meninggal, 1 perawat meninggal."
"Cuma dari 3 dokter, 1 dokter belum terlacak, baru 2 yang terlacak," ungkapnya.
Kedua dokter yang dinyatakan meninggal dunia itu terjadi pada Jumat (20/3/2020) dan Sabtu (21/3/2020).
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri/Wahyu Gilang Putranto)