Breaking News:

Virus Corona

Mana Lebih Efektif, Lockdown atau Isolasi Pasien? Berikut Pendapat WHO untuk Perangi Virus Corona

WHO menyebut memerangi virus corona dengan menemukan pasien dan mengisolasinya lebih baik daripada melakukan lockdown.

AFP/FABRICE COFFRINI
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap jika strategi lockdown tidak begitu efektif untuk memerangi virus corona.

Menurut pakar darurat terkemuka WHO, Mike Ryan, ada berbagai langkah kesehatan dari masyarakat yang harus diterapkan agar virus tidak semakin menyebar.

"Yang harus kita fokuskan adalah menemukan pasien Covid-19, mereka yang memiliki virus dan mengisolasi mereka."

"Kemudian menemukan orang yang telah kontak dengan mereka (pasien positif Covid-19) dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan saat interview di BBC, mengutip The Star, Minggu (22/3/2020).

Ryan mengungkap yang berbahaya dari lockdown adalah masyarakat tidak menerapkan langkah kesehatan yang lebih kuat.

Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) (AFP/FABRICE COFFRINI)

Baca: Ditanya Lockdown karena Virus Corona, Faisal Basri Mengeluh: Data Indonesia Susahnya Minta Ampun

"Bahayanya lockdown adalah jika kita tidak menerapkan langkah kesehatan masyarakat yang kuat."

"Ketika aturan pembatasan gerak dan lockdown dihentikan, maka bahaya penyakit akan kembali lagi," tambahnya.

Sebagian besar Eropa dan AS mengikuti China dan negara-negasa Asia lainnya melakukan lockdown untuk melawan virus corona baru.

Semua orang diminta bekerja dan belajar dari rumah.

Seluruh sekolah, restoran, dan tempat hiburan ditutup.

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved