Virus Corona
Bisakah Vaksin Siap dalam 18 Bulan? Ahli dari Amerika Angkat Bicara
Delapan belas bulan mungkin terdengar lama, tetapi dalam jangka pengembangan vaksin ini adalah waktu yang sangat cepat.
Saat jumlah kematian akibat Covid-19 menginjak angka 3.000 di AS, tekanan untuk menemukan vaksin bagi komunitas ilmiah makin besar.
Hanya dalam beberapa minggu saja, virus sudah menganggu roda perekonomian dan menyebabkan 3,3 pekerjaan gulung tikar.
Pada 16 Maret 2020, percobaan pertama yang didanai pemerintah federal ini dimulai di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle.
Pada Jumatnya, penelitian ini diperluas ke Universitas Emory di Atlanta.
Sebanyak 45 sukarelawan di komunitas Seattle dan Atlanta berpartisipasi dalam fase pertama percobaan.
Masalahnya adalah, para ahli mengatakan, jadwal yang sering dinyatakan sangat ambisius.
"Saya tidak berpikir itu (vaksin) pernah dilakukan pada skala 18 bulan," kata Amesh Adalja, sarjana senior yang fokus pada penyakit menular di Pusat Keamanan Kesehatan di Universitas Johns Hopkins.
"Pengembangan vaksin biasanya diukur dalam tahun, bukan bulan," tambahnya.
Uji coba vaksin biasanya dimulai dengan pengujian pada hewan, sebelum diluncurkan dalam tiga fase.
Fase pertama melibatkan menyuntikkan vaksin ke dalam sekelompok kecil orang untuk menilai keamanan dan memantau respons kekebalan mereka.
Kedua, meningkatkan jumlah orang dan sering kali ratusan termasuk lebih banyak kelompok berisiko.
Ini dilakukan untuk uji coba secara acak.
Jika hasilnya menjanjikan, uji coba akan beralih ke uji fase tiga untuk kemanjuran dan keamanan dengan ribuan atau puluhan ribu orang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/vaksin-virus-corona-3012020.jpg)