Virus Corona
Jabar dan Banten Paling Tak Siap Menghadapi Ledakan Puncak Corona yang Diprediksi Terjadi April-Mei
Jabar dan Banten merupakan provinsi yang dinilai paling tidak siap menghadapi ledakan puncak virus corona yang diprediksi terjadi April hingga Mei
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Pandemi virus corona kian meluas ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk ke wilayah sekitar episenter corona yakni DKI Jakarta.
Riset Katadata Insight Center (KIC) mengungkapkan, Jawa Barat dan Banten merupakan provinsi yang dinilai paling tidak siap menghadapi ledakan puncak virus corona yang diprediksi terjadi pada April hingga Mei 2020.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Riset Katadata, Mulya Amri dalam acara Press Briefing "Siapkah Daerah Menghadapi Pandemi: Peluncuran Indeks Kerentanan Provinsi terhadap Covid-19" di Jakarta, Jumat (3/4/2020).
Penyebabnya, kata Mulya, kurang memadainya kondisi layanan kesehatan di kedua provinsi tersebut.
Padahal, keduanya merupakan provinsi terdekat dengan DKI Jakarta sebagai wilayah dengan penyebaran corona terbesar di Indonesia.
"Konektivitas ketiga provinsi ini sangat baik sehingga menyebabkan mobilitas penduduk sangat tinggi. Ini berpotensi menyebarkan virus dari DKI ke dua provinsi tersebut," kata Mulya.
Berdasarkan riset KIC, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kerentanan paling tinggi terhadap Covid-19. Ketiganya masing-masing memiliki indeks 47.05, 45.54, dan 43.59.
Meski memiliki indeks kerentanan tertinggi, kondisi layanan kesehatan DKI Jakarta merupakan yang paling baik di antara seluruh provinsi Indonesia.
Baca: Tak Perlu Takut, Jenazah Pasien Positif Covid-19 Ditutup Berlapis & Didisinfeksi hingga Aman Dikubur
Baca: MUI Jelaskan Alasan Mengapa Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Hukumnya Haram
Sementara, Jawa Barat dan Banten merupakan provinsi yang kondisi layanan kesehatannya sangat memerlukan perhatian.
Jawa Barat juga menduduki posisi paling bawah dalam skor kondisi layanan kesehatan dari 34 provinsi di Indonesia.
Oleh sebab itu, Mulya menyarankan agar pemerintah bisa lebih responsif, agar kedua provinsi tersebut bisa menghadapi peningkatan jumlah pasien corona.
"Bahkan perlu ada langkah antisipasi kondisi yang lebih buruk lagi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Faqih juga memgimbau pemerintah pusat agar lebih sigap mengatur anggaran penanganan Covid-19.
"Regulasi harus dibuat lebih cepat agar pembagian anggaran ke seluruh daerah juga bisa lebih cepat," kata Daeng.
Baca: Lebih dari 1 Juta Orang Positif Covid-19, Simak Cara Penyebaran Virus Corona yang Sering Terjadi
Baca: Ridwan Kamil Tanggapi Jenazah Positif Covid-19 Ditolak: Corona Mati setelah 7 Jam Pasien Meninggal
Percepatan alokasi anggaran tersebut, dimaksudkan agar daerah dapat segera meningkatkan fasilitas medis yang ada dalam menangani pandemi, termasuk di Jawa Barat dan Banten yang rentan terhadap penyebaran virus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pandemi-corona-berdampak-sepinya-pengunjung-mal-di-jakarta_20200403_180241.jpg)