Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

UPDATE Kasus Corona di Sulawesi Selatan 7 April: 127 Positif, 21 Sembuh, 6 Meninggal Dunia

Perkembangan kasus sebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Sulawesi Selatan per 7 April 2020.

Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Covid-19 

Meninggal: 6

Bali

Terkonfirmasi: 43

Sembuh: 18

Meninggal: 2

Daerah Istimewa Yogyakarta

Terkonfirmasi: 41

Sembuh: 1

Meninggal: 3

Kalimantan Timur

Terkonfirmasi: 31

Sembuh: 1

Meninggal: 1

Sumatera Utara

Terkonfirmasi: 26

Sembuh: 0

Meninggal: 4

Papua

Terkonfirmasi: 26

Sembuh: 3

Meninggal: 2

Kalimantan Tengah

Terkonfirmasi: 20

Sembuh: 6

Meninggal: 0

Sumatera Barat

Terkonfirmasi: 18

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Kalimantan Selatan

Terkonfirmasi: 18

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Sumatera Selatan

Terkonfirmasi: 16

Sembuh: 1

Meninggal: 2

Kalimantan Utara

Terkonfirmasi: 15

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Riau

Terkonfirmasi: 12

Sembuh: 1

Meninggal: 0

Lampung

Terkonfirmasi: 12

Sembuh: 0

Meninggal: 1

Nusa Tenggara Barat

Terkonfirmasi: 10

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Kalimantan Barat

Terkonfirmasi: 10

Sembuh: 3

Meninggal: 2

Kepulauan Riau

Terkonfirmasi: 9

Sembuh: 2

Meninggal: 1

Sulawesi Utara

Terkonfirmasi: 8

Sembuh: 1

Meninggal: 0

Sulawesi Tenggara

Terkonfirmasi: 7

Sembuh: 1

Meninggal: 0

Aceh

Terkonfirmasi: 5

Sembuh: 0

Meninggal: 1

Sulawesi Tengah

Terkonfirmasi: 5

Sembuh: 0

Meninggal: 2

Jambi

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Bengkulu

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

Kepulauan Bangka Belitung

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

Sulawesi Barat

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Papua Barat

Terkonfirmasi: 2

Sembuh: 0

Meninggal: 1

Maluku

Terkonfirmasi: 1

Sembuh: 1

Meninggal: 0

Maluku Utara

Terkonfirmasi: 1

Sembuh: 0

Meninggal: 0

Data lengkap rincian tiap wilayah provinsi kasus corona dapat Anda simak melalui website covid19.go.id.

Baca: Bahaya Virus Corona Dapat Diketahui dari Gejala Ringan hingga Berat, Berikut 11 Cara Pencegahannya

Masyarakat Wajib Menggunakan Masker Kain Saat Keluar Rumah

Sebelumnya, Achmad Yurianto mengatakan, keberadaan kasus positif di tengah masyarakat menandakan masih adanya sumber penularan.

Dengan demikian, ia menambahkan, mencari sumber penularan Covid-19 dan mengisolasinya adalah kunci pelaksanaan pengendalian penyakit ini.

Selain itu, kini pemerintah mulai mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona.

"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker," kata Yuri dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB, Minggu (5/3/2020).

Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain.

Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis.

"Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas medis.

"Gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar, orang tanpa gejala banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu, mereka adalah sumber penyebaran penyakit," tuturnya.

Oleh karena itu, Yuri  pun mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker kain saat keluar rumah.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menunjukkan masker kain 3 lapis yang direkomendasikan agar digunakan masyarakat untuk menangkal virus corona.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menunjukkan masker kain 3 lapis yang direkomendasikan agar digunakan masyarakat untuk menangkal virus corona. (Youtube BNPB/via kompas.com)

Yuri menyampaikan, masker kain hanya boleh digunakan maksimal selama empat jam.

Masker tersebut kemudian harus dicuci dengan merendamnya terlebih dahulu di dalam air sabun.

"Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam kemudian dicuci dengan cara direndam di air sabun kemudian dicuci," terangnya.

"Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan, karena kita tidak pernah tahu di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi menularkan ke kita.

"Di samping mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, ini (penggunaan masker) menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," tambah Yuri.

Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid-19.

Bahkan, sejumlah tenaga medis pun gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus-menerus mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi," kata Yuri.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan