Virus Corona

Imigran Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Singapura, Infeksi Negeri Singa Tembus Angka 16 Ribu

Ini membuat jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Singapura menjadi 16.169 kasus.

Malay Mail
Berbeda dengan aksi panic buying Februari lalu, saat semua warga Singapura memenuhi troli mereka dengan banyak barang seperti kertas toilet dan makanan, pembeli pada Senin (16/3/2020) malam di Singapura, terlihat hanya membeli dalam jumlah relatif lebih kecil. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Depkes) sebelumnya telah mengkonfirmasi 528 kasus baru infeksi Covid-19 pada hari ini Kamis, 30 April 2020 siang.

Sebagian besar kasus adalah pemegang Izin Kerja yang tinggal di asrama pekerja asing.

Mothership.sg mengabarkan, enam dari kasus baru hari ini adalah warga Singapura atau penduduk permanen.

Ini membuat jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Singapura menjadi 16.169 kasus.

Ribuan Warga Curhat di Hotline Nasional

Lebih dari 6.600 warga Singapura menelepon hotline nasional untuk dukungan psikologis dan emosional.

Jumlah tersebut muncul sejak hotline nasional untuk dukungan psikologis dan emosional didirikan lebih dari dua pekan lalu.

Demikian diungkap Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga (MSF) Singapura, Desmond Lee, dalam unggahan Facebook hari ini Rabu (29/4/2020).

Menurut Lee, berbagai masalah telah didengar oleh National CARE Hotline.

Mulai dari soal kecemasan, perlunya dukungan emosional, kekhawatiran tentang keuangan dan perselisihan perkawinan.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari mothership.sg, masalah-masalah lain yang diangkat termasuk ketakutan terhadap penyebaran Covid-19 dan kekhawatiran terhadap kesehatan pribadi dan masa depan.

Beberapa menelepon hotline hanya untuk didengar karena frustrasi dengan perubahan dalam kehidupan sehari-hari mereka akibat pandemi.

Baca: Amerika Serikat Tembus Angka 1 Juta Kasus Covid-19, Janji Trump hingga Anjing Pertama Tertular

MSF dan agen layanan sosial juga telah melihat peningkatan pertanyaan dan rujukan terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan konflik sejak dimulainya periode Circuit Breaker.

Adapun dalam unggahannya, Lee menyatakan terima kasih kepada sekitar 500 relawan National CARE Hotline yang telah maju untuk membantu mereka yang merasa kesulitan.

Para sukarelawan ini secara bergiliran bersiaga melayani hotline 24 jam.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved