Rabu, 3 Juni 2026

Virus Corona

Bantah Pemerintah Lebih Pentingkan Ekonomi, Achmad Yurianto: Tolong Jangan Digiring!

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membantah pemerintah lebih mementingkan ekonomi dalam penanganan Covid-19.

Tayang:
Editor: bunga pradipta p
Youtube/Refly Harun
Achmad Yurianto menegaskan pemerintah optimis dalam menangani masalah Virus Corona. Hal itu diungkapkan Achmad Yurianto alias Yuri melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Jumat (5/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membantah pemerintah lebih mementingkan ekonomi dalam penanganan Covid-19.

Hal itu diungkapkan Yurianto dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, Jumat (5/6/2020).

Mulanya Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menanyakan soal anggapan yang berkembang bahwa pemerintah lebih mementingkan ekonomi dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Ada yang mengatakan bahwa dalam hal ini bukan BNPB tentunya, Pemerintah Istana kecenderungannya tidak all out dalam soal pandemi ini."

"Tapi masih terlalu berpikir aspek-aspek nonkesehatan seperti ekonomi, dampak sosial politik," tanya Refly.

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (DOK. BNPB)

Yurianto dengan membantah anggapan tersebut, menurut dia, hal itu hanyalah penggiringan opini.

Dia menegaskan, bahwa pemerintah hingga kini terus berusaha untuk melindungi warganya agar tidak terpapar Covid-19.

"Ini kan sesuatu yang digiring ke sana, kalau kita berbicara pada sisi regulasi."

"Yang pertama begitu kita mengalami kejadian ini, maka kita mengingatkan seluruh masyarakat untuk kemudian bisa secara proaktif mencegah dan melindungi dirinya sendiri agar tidak sakit," terang Yurianto.

Yurianto lantas mengingatkan soal banyaknya pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) yang berkeliaran di luar.

Banyaknya OTG, lanjut dia, menyebabkan masyarakat sulit membedakan mana orang yang sehat dan sakit.

"Karena kita tahu bahwa ini penyakit yang di bawa oleh orang dan dalam perkembangan penyakit sekarang kita tidak tahu orang yang sakit itu yang mana."

Baca: Achmad Yurianto Optimis Soal Penanganan Corona: Kalau Kita Pesimis yang Menyelesaikan Ini Siapa?

"Kalau yang sakit dan dirawat di rumah sakit jelas wong dia dirawat di ruang isolasi berbaring pakai infus, pakai oksigen."

"Tetapi beberapa kelompok potensi yang sebagai sumber penularan adalah orang-orang yang terinfeksi tetapi tanpa gejala, atau ada gejala yang minim sekali sehingga seakan-akan dia tidak merasa sakit, dia merasa fine saja," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah hingga saat ini berusaha untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya virus corona.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved