Senin, 13 April 2026

Virus Corona

Soal Pasien Covid-19 Diduga Bunuh Diri di Wisma Atlet, Psikolog Forensik Angkat Bicara

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberi tanggapan mengenai kabar seorang pasien Covid-19 yang diduga bunuh diri di Wisma Atlet.

Alex Suban/Alex Suban
RSD Covid-19 Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberi tanggapan mengenai kabar seorang pasien Covid-19 yang diduga bunuh diri di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Reza menilai harus ada penelusuran kasus tersebut seperti mencari tahu latar belakang kehidupan orang tersebut.

"Adakah kemungkinan depresi (reaktif) itu bukan semata-mata karena penyakit yang dia anggap tak bisa sembuh, mungkinkah sisi kehidupan lainnya juga menumpuk," ungkap Reza kepada Tribunnews.com, Kamis (11/9/2020) malam.

Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel dalam tangkapan layar di Youtube Kompas TV 15 Mar 2017
Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel dalam tangkapan layar di Youtube Kompas TV 15 Mar 2017 (Kompas TV)

Baca: Setuju PSBB Total Diberlakukan di DKI Jakarta, Uut Permatasari Ingin Virus Corona Segera Selesai

Selain itu Reza menilai harus bisa dipastikan obat-obatan untuk pasien Covid-19 tidak punya efek samping yang mendorong orang berperilaku berisiko, halusinasi, maupun mental breakdown.

Reza menilai kejadian ini merupakan hal yang menyedihkan.

Reza pun mengingatkan jika Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan ada kaitannya masa pandemi virus dengan pandemi gangguan jiwa.

"WHO sudah wanti-wanti, di masa seperti ini, pandemi virus sangat mungkin disusul atau disertai dengan pandemi gangguan kejiwaan," ungkap Reza.

"Depresi, psikosis, skizofrenia bisa naik 3-5 persen," imbuhnya.

Baca: Fakta Grafik Corona Jakarta dalam 10 Hari Terakhir, Anies Sebut Kondisinya Sangat Darurat

Reza menilai pandemi gangguan kejiwaan bahkan mungkin berlangsung lebih lama.

"Karena tak tampak, cenderung diingkari dan ditutup-tutupi, sehingga membuat pertolongan terlambat," ungkapnya.

Reza menyebut, bukan hanya pada pasien Covid-19 kasus bunuh diri terjadi.

"Di sejumlah negara, sekian banyak pekerja medis juga bunuh diri. Penyebabnya, diperkirakan, adalah keletihan ekstrem lahir batin," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui seorang pasien positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, diduga bunuh diri.

Baca: Lembaga Kursus Buka Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid-19

Ia dilaporkan meloncat dari Tower 6.

Dilansir Kompas.com, pasien tersebut diketahui berinisial SP berusia 42 tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved