Virus Corona

Antisipasi RSDC Wisma Atlet Hadapi Kenaikan Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 kembali melonjak dengan angka hunian saat ini 72,83 % di tower 6 dan 7 RSDC Wisma Atlet

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota TNI menyemprotkan disinfektan ke barang bawaan pekerja migran Indonesia (PMI) dan warga negara Indonesia (WNI) yang akan melakukan karantina di Wisma Atlet C2 Pademangan Jakarta, Sabtu (26/9/2020). Sebagai langkah mengantisipasi flat isolasi mandiri di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami kehabisan tempat untuk OTG, Satuan Tugas Gabungan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 mempersiapkan satu tower Wisma Atlet Pademangan yang terdiri dari 18 lantai dan mampu menampung sekitar 1. 500 pasien. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat hunian tower 6 dan 7 Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, mengalami kenaikan.

"Pasien Covid-19 kembali melonjak dengan angka hunian saat ini 72,83 % di tower 6 dan 7," kata Mayjen TNI Tugas Ratmono, Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat dihubungi, Senin (23/11/2020).

Tower 6 dan 7 RSDC Wisma Atlet adalah dua tower yang khusus menangani pasien Covid-19 yang bergejala rendah dan sedang.

Baca juga: 22 November, 1.239 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Huni Flat Isolasi Mandiri RS Wisma Atlet

Pada saat yang sama, jumlah pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG), juga mengalami kenaikan.

Menurut Mayjen TNI Tugas Ratmono, tingkat hunian di tower 4 dan 5 RSDC Wisma Atlet, juga merambat naik ke angka 37,61 persen.

Tower 4 dan 5 RSDC Wisma Atlet adalah dua tower yang khusus untuk pasien OTG menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya, tower 4 sempat ditutup, karena jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet menurun drastis.

Baca juga: Angka Kesembuhan Naik, Komandan RSDC Wisma Atlet: Optimistis Covid-19 Ditangani Secara Baik

Spot utama pertempuran TNI melawan virus Corona, berlangsung di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Spot utama pertempuran TNI melawan virus Corona, berlangsung di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. (istimewa)

Jumlah pasien yang sembuh dan keluar, lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang masuk ke RSDC Wisma Atlet.

Mayjen TNI Tugas Ratmono mengemukakan, infrastruktur kesehatan serta sistem penanganan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet, sudah tertata dengan baik.

"RSDC Wisma Atlet akan mengantisipasi dan bisa menangani dengan baik," ujar Mayjen Tugas Ratmono, yang juga Kepala Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebelumnya, pada akhir Oktober 2020, pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang, sempat menyentuh angka terendah sebanyak 32 persen angka hunian di tower 6 dan 7 RSDC Wisma Atlet.

Baca juga: Guru Besar UI Sebut Rata-rata Biaya Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Habiskan Rp184 Juta

Demikian juga tower 4 dan 5, untuk pasien tanpa gejala, angka hunian terendah sempat menyentuh 17 persen pada bulan Oktober 2020. Turunnya angka pasien tanpa gejala kala itu, membuat tower 4 sempat ditutup.

"Kita bisa mengantisipasi dengan baik, karena kita pernah merawat pasien Covid hingga 90 persen angka hunian pada 27-29 September 2020," cetus Mayjen Tugas Ratmono.

Mayjen Tugas berharap peningkatan tidak kembali menyentuh angka puncak 90 persen tingkat hunian seperti pada tanggal 25-27 September 2020. Untuk itu dia berharap masyarakat senantiasa menjalankan protokol kesehatan untuk mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

"Jangan menganggap enteng Covid-19. Karena, jika ada yang tertular, itu berpotensi menularkan pada banyak orang. Prinsipnya, jangan tertular dan jangan menulari. Mari kita patuh dan disiplin, jalankan protokol kesehatan," ajak Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Lebih lanjut Mayjen Tugas Ratmono menyatakan, pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk melenyapkan Covid-19. Salah satunya, dengan mendirikan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran yang merupakan salah satu RS Covid terbesar di dunia.

"RSDC Wisma Atlet ini benteng terakhir. Garda terdepannya adalah perilaku disiplin kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan," terang Mayjen Tugas Ratmono.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved