Rabu, 8 April 2026

Virus Corona

AstraZeneca Akan Melakukan Uji Tambahan pada Vaksin Covid-19

AstraZeneca kemungkinan akan menjalankan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksin COVID-19 menggunakan dosis yang lebih rendah.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - AstraZeneca kemungkinan akan menjalankan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksin Covid-19 menggunakan dosis yang lebih rendah.

CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan AstraZeneca mungkin meluncurkan studi baru untuk mengevaluasi dosis yang lebih rendah dari vaksinnya yang berkinerja lebih baik daripada dosis penuh.

"Sekarang kami telah menemukan apa yang tampak seperti kemanjuran yang lebih baik, kami harus memvalidasinya, jadi kami perlu melakukan studi tambahan," kata Soriot mengutip Reuters, saat ditanya soal uji tahap akhir vaksin, Kamis (26/11/2020).

Kepala eksekutifnya AstraZeneca menambahkan bahwa studi baru, kemungkinan bisa lebih cepat karena membutuhkan lebih sedikit subjek.

Sebelumnya AstraZeneca menghadapi pertanyaan tentang tingkat keberhasilannya yang menurut beberapa ahli dapat menghalangi peluangnya untuk mendapatkan persetujuan peraturan AS dan UE yang cepat.

Baca juga:  Korea Selatan Gagalkan Upaya Korea Utara Meretas Data Produsen Vaksin Covid-19

Beberapa ilmuwan telah meragukan kekuatan hasil uji vaksin yang dirilis pada hari Senin yang menunjukkan vaksin eksperimental 90% efektif pada sub kelompok peserta uji coba karena kesalahan pada awalnya, memberikan setengah dosis diikuti dengan dosis penuh.

Walaupun sebenarnya Soriot mengatakan dia tidak mengharapkan percobaan tambahan untuk dapat persetujuan regulasi Inggris dan Eropa.

Ketika ditanya tentang laporan Bloomberg, juru bicara AstraZeneca itu mengatakan ada manfaat yang kuat untuk terus menyelidiki regimen dosis setengah / dosis penuh.

Peninjauan lebih lanjut dari data akan ditambahkan ke mereka dari uji coba yang ada yang sedang disiapkan untuk pengajuan regulasi.

Menjalankan uji coba tambahan mungkin tidak terlalu menjadi komplikasi bagi pembuat obat Inggris itu untuk mengembangkan vaksin yang membantu menjinakkan pandemi.

Helen Fletcher, profesor imunologi di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan percobaan lain tidak akan serta merta menunda mendapatkan lampu hijau untuk memenuhi target Organisasi Kesehatan Dunia terhadap vaksin.

“Bukan hal yang aneh untuk menjalankan studi baru tentang vaksin yang telah disetujui,” katanya.

Vaksin tersebut adalah satu dari tiga vaksin yang dapat disetujui sebelum akhir tahun.

Bulan ini, Pfizer dan Moderna melaporkan bahwa vaksin mereka sekitar 95% efektif dalam mencegah penyakit, dengan menetapkan standar setinggi mungkin.

Meski begitu,vaksin  AstraZeneca yang dikembangkan dengan Universitas Oxford lebih murah untuk dibuat, lebih mudah didistribusikan, dan lebih cepat untuk ditingkatkan daripada para pesaingnya.
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved