Breaking News:

Virus Corona

Moderna Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada Anak-anak dan Remaja

Perusahaan Farmasi Amerika Moderna Inc bersiap melakukan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 pada remaja berusia 12 sampai kurang dari 18 tahun.

JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK—Perusahaan Farmasi Amerika Serikat (AS) Moderna Inc bersiap melakukan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 pada remaja berusia 12 hingga kurang dari 18 tahun.

Hal itu disampaikan Moderna Inc pada Kamis (10/12/2020) waktus setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (11/12/2020).

Uji klinis ini akan melibatkan 3.000 anak dan remaja di Amerika Serikat dan akan menilai keamanan dan efektivitas dua dosis kandidat vaksin Moderna Inc, mRNA-1273.

Moderna telah mengajukan proposol untuk memperoleh otorisasi penggunaan darurat (EUA) di Amerika Serikat dan Uni Eropa setelah hasil lengkap dari studi tahap akhir menunjukkan vaksin buatannya 94,1% efektif pada orang dewasa tanpa masalah keamanan yang serius.

Baca juga: Sinovac Tiba di RI, INDEF: Mengapa Tidak Pilih Pfizer atau Moderna yang Diakui Negara Maju?

Baca juga: Pesan 10 Juta Dosis, Presiden Argentina Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Sputnik V

Saingannya Pfizer / BioNTech juga telah mengajukan hal sama ke EUA setelah rejimen dua dosis vaksin corona mereka terbukti 95% efektif melawan Covid-19 dan tidak memiliki masalah keselamatan utama.

Sementara itu, panel penasihat BPOM AS (FDA) akan bertemu pada Kamis (10/12/2020) untuk membahas apakah akan merekomendasikan penggunaan vaksin Pfizer untuk orang-orang berusia 16 tahun ke atas.

Pertemuan serupa penasihat FDA dijadwalkan pada 17 Desember untuk membahas vaksin Moderna.

Studi remaja Moderna sedang dilakukan bekerja sama dengan Otoritas Penelitian dan Pengembangan Lanjutan Biomedis, bagian dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

"Tujuan kami adalah untuk menghasilkan data pada musim semi 2021 yang akan mendukung penggunaan mRNA-1273 pada remaja sebelum tahun ajaran 2021," kata Chief Executive Officer Stephane Bancel dalam sebuah pernyataan.

Pfizer juga sedang mempelajari kandidat vaksinnya pada peserta berusia 12 tahun.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved