Breaking News:

Virus Corona

Hasil Studi di Inggris Tunjukkan Efek Samping Menggabungkan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

Penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mencampurkan dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca memunculkan dampak  lebih buruk

Freepik
Hasil Studi di Inggris Tunjukkan Efek Samping Menggabungkan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca 

Kelelahan (ringan dan sedang)

- Pfizer dan Pfizer : 55 persen
- AstraZeneca dan AstraZeneca : 50 persen
- Pfizer dan AstraZeneca : 68 persen
- AstraZeneca dan Pfizer : 77 persen

Dingin (ringan dan sedang)

Baca juga: Chicco Jerikho Pejamkan Mata Saat Jalani Vaksin Covid-19 Dosis 2, Tenyata Trauma Jarum Suntik

Baca juga: Jokowi: Mencari Vaksin Tidak Mudah, Baru ada 420 Ribu Dosis Vaksin untuk Gotong Royong

- Pfizer dan Pfizer : 24 persen
- AstraZeneca dan AstraZeneca : 12 persen
- Pfizer dan AstraZeneca : 46 persen
- AstraZeneca dan Pfizer : 38 persen

Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Jerman dan Inggris merekomendasikan pencampuran vaksin dalam kapasitas tertentu.

Saran yang paling sering adalah bahwa orang yang lebih muda dan telah mendapatkan dosis pertama vaksin Oxford-AstraZeneca harus menerima dosis yang berbeda untuk suntikan kedua.

Kebijakan tersebut berasal dari kekhawatiran tentang adanya dampak pembekuan darah tidak biasa yang diidentifikasi terjadi pada segelintir orang yang telah menerima vaksin Oxford-AstraZeneca.

Ilustrasi Astra Zeneca
Ilustrasi Astra Zeneca (Istimewa)

Menjelaskan hasil tersebut, Peneliti studi ini Profesor Oxford Matthew Snape mengatakan bahwa efek samping yang ditimbulkan dari pencampuran vaksin yang berbeda ini 'kurang lebih sama' dengan jenis reaksi yang biasa dilihat pada peserta vaksinasi Covid-19.

"Hanya saja terjadi lebih sering, dan gejalanya hilang dalam waktu 48 jam," kata Profesor Snape.

Sementara itu para Ilmuwan mengatakan bahwa tidak ada orang yang dirawat di rumah sakit pasca mengalami efek samping dari penggabungan vaksin tersebut.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved