Breaking News:

Virus Corona

Saat Tsunami Corona Hantam India. Ada Satu Desa Diklaim Belum Tersentuh Covid-19 Hingga Saat Ini

Saat tsunami menghantam India, Desa 35 km dari kota Jorhat di Assam bagian atas itu hingga saat ini belum melaporkan adanya temuan kasus Covid-19.

Narinder NANU / AFP
Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. Saat Tsunami Corona Hantam India. Ada Satu Desa Diklaim Belum Tersentuh Covid-19 Hingga Saat Ini 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JORHAT- Sejak pandemi virus corona (Covid-19) melanda India pada 2020, kehidupan di desa Kawoimari Gohain Gaon yang terletak di distrik Jorhat, negara bagian Assam tampak tidak seindah sebelumnya.

Nyaris tidak ada warga yang beraktivitas di luar rumah, jalan ditutup, dan pendapatan pun berkurang.

Namun tidak seperti banyak daerah lain di India, di mana Covid-19 membawa petaka bagi kehidupan.

Saat tsunami menghantam India, Desa yang terletak sekitar 35 km dari kota Jorhat di Assam bagian atas itu hingga saat ini belum melaporkan adanya temuan kasus Covid-19.

Baca juga: India Tutup Semua Balai Konservasi Harimau Setelah Seekor Singa Terpapar Covid-19 di Kebun Binatang

Baca juga: India Catat Rekor, 6.148 Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Dalam 24 Jam Terakhir

Para pejabat setempat mengklaim bahwa langkah-langkah protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat oleh penduduk desa menjadi alasan mengapa mereka tidak mengalami infeksi virus tersebut.

Tersebar di sekitar lahan seluas 4 kilometer persegi, penduduk desa ini sebenarnya berasal dari Nematighat yang terletak di dekat sungai Brahmaputra.

Dampak lockdown, seorang pria di Karnataka, India ditemukan memungut makanan dari tempat pembuangan sampah.
Dampak lockdown, seorang pria di Karnataka, India ditemukan memungut makanan dari tempat pembuangan sampah. (India.com)

Namun erosi besar-besaran yang terjadi di tepi sungai itu yang dipicu peristiwa gempa bumi berkekuatan 8,6 skala richter pada 1950 dan menewaskan sekitar 5.000 orang, menjadi alasan yang 'memaksa' penduduknya untuk pindah ke lokasi baru dan mendirikan Kawoimari Gohain Gaon.

Hingga akhirnya Kawoimari Gohain Gaon memiliki hampir 2.000 penduduk.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Pertahanan Desa Kawoimari Gohain Gaon, Madhurjya Kakati.

Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved