Breaking News:

Penanganan Covid

Menkes Siap Terima Masukan atas Kontroversi Vaksin Covid-19 Berbayar

Rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan seperti perluasan jangkauan seperti pada anak maupun individu

capture Youtube
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Vaksinasi Covi-19 berbayar resmi ditunda.

Meski demikian pro kontra masih saja bergulir.

Seperti halnya dalam rapat dengar pendapat, anggota komisi IX DPR bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (13/7/2021).

"Itu daya ungkitnya berapa (vaksin berbayar)?

Apakah signifikan? kalau tidak signifikan, ramainya luar biasa, ini enggak jelas," ucap Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh.

Menjawab banyak pertanyaan tersebut, mantan wakil menteri BUMN ini mengaku pusing dengan kontroversi yang ada.

Sebab banyak hal lain yang juga harus ia laksanakan seperti memastikan ketersediaan obat maupun oksigen.

Baca juga: Fraksi PKS Tagih Janji Pemerintah Alihkan Gas Oksigen Industri ke Medis

"Iya ramainya, saya yang pusing juga, Bu, saya juga bilang ke teman-teman, kalau saya bisa meluangkan waktu, saya nih melobi Amerika, China, untuk mendatangkan mesin oksigen yang sangat dibutuhkan atau melobi Swiss untuk mendatangkan obat Actemra, yang susah sekali.

Saya sebenarnya lebih suka ke sana. Tapi inikan tanggung jawab saya, saya mesti menjalankan, saya hadapi," tutur Budi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved