Breaking News:

Virus Corona

Mensos Sebut Perbaikan Data Penerima Bansos di DKI Baru 40 Persen, Kalah Dibanding Papua

Menteri Sosial Tri Rismaharini membeberkan soal perbaikan data penerima bantuan sosial tunai (BST) di Provinsi DKI Jakarta.

istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Sosial Tri Rismaharini membeberkan soal perbaikan data penerima bantuan sosial tunai (BST) di Provinsi DKI Jakarta.

Saat rapat koordinasi penetapan penerima bansos, Risma menyebut DKI baru melakukan 40 persen perbaikan data.

"Akhirnya kita perintahkan (tim Kemensos) turun. Silakan kalau memang mau ada tambahan dan memang daerah buanyak sekali yang menyampaikan tambahan," kata Risma di kantornya, Selasa (3/8/2021).

Dia mengatakan semenjak menjadi Mensos, dirinya sudah meminta kepada daerah-daerah untuk membetulkan data.

Baca juga: Kasus Corona Muncul Lagi, Wuhan akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Seluruh Populasi

"Jadi ada kurang lebih 14 juta data yang dibetulkan oleh daerah. Ada yang daerah aktif ada yang daerah tidak aktif. Kenapa saya kembalikan, sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2011 bahwa data tentang fakir miskin itu berasal dari daerah. Jadi saya kembalikan sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2011," katanya.

Dia mencontohkan beberapa daerah sudah melakukan beberapa perbaikan data penerima bansos.

"Papua, jangan dikira Papua jauh di sana tidak memperbaiki. Ada satu daerah yang kabupaten yang sudah memperbaiki data 100 persen. Dan kenapa Papua sebelumnya tahun 2020 hanya menerima sekitar 15 ribu orang tapi di 2021 menerima 28 ribu orang, jadi artinya naik 100 persen," kata Risma.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, China Akan Lakukan Tes Terhadap Seluruh Warga Wuhan

"Karena bisa naik karena kami betulkan. Kalau masih ingat yang padan yang sama Kita hapus sehingga itu bisa dimanfaatkan oleh daerah untuk usulan baru," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Premi Lasari mengatakan kurang lebih ada 99.450 penerima bantuan sosial tunai (BST) yang tertunda pencairannya karena masalah data dari Kementerian Sosial.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved