Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Molnupiravir yang Dianggap Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Obat ini merupakan antiviral yang dalam hasil penelitian interimnya menunjukkan penurunan sebesar 50% angka perawatan di rumah sakit.

Handout / Merck & Co,Inc. / AFP
Foto selebaran ini diperoleh 26 Mei 2021, atas izin perusahaan Farmasi Merck, menunjukkan kapsul obat antivirus eksperimental Molnupiravir. Merck mengatakan pada 1 Oktober 2021, pihaknya akan meminta otorisasi di AS untuk molnupiravir untuk Covid-19, setelah pil tersebut menunjukkan "hasil yang meyakinkan" dalam uji klinis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejak tahun lalu ada banyak dibicarakan tentang obat COVID-19.

Ada berbagai obat yang tadinya dianggap menjanjikan, tetapi sesudah dilakukan penelitian mendalam.

WHO secara rutin memperbarui rekomendasi pengobatannya berdasar bukti ilmiah terakhir.

Pedoman pengobatan WHO terbaru adalah “WHO Therapeutics and COVID-19: living guideline” yang baru saja diterbitkan pada 24 September 2021.

Dalam pedoman tersebut, memberikan beberapa rekomendasi.

Baca juga: Molnupiravir, Obat Produksi Merck untuk Covid-19, Turunkan Risiko Rawat Inap dan Kematian hingga 50%

Beberapa di antaranya adalah obat kombinasi antibodi monoklonal netralisasi (neutralizing monoclonal antibodies).

Yaitu casirivimab dan imdevimab, penghambat reseptor interleukin 6 (“IL-6 receptor blockers. Atau ocilizumab, sarilumab dan kortikosteroid.

Memang sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan obat anti viral yang tidak perlu disuntik. Yaitu dalam bentuk oral saja.

Pada Januari 2021 misalnya, Kementerian Kesehatan Amerika Serikat (“US Department of Health and Human Services”) mengumumkan investasi 3 milyar dolar Amerika untuk mendapatkan obat baru COVID-19.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved