Virus Corona

Masyarakat di China Pertanyakan Kebijakan Zero-Covid: Apakah Piala Dunia di Planet Lain?

Masyarakat di China mulai frustasi dengan kebijakan Zero-Covid yang dilakukan oleh Xi Jinping. Bahkan, beberapa menyangkutkan dengan Piala Dunia.

AFP/OZAN KOSE
Fans Kroasia menunggu di tribun jelang pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Maroko dan Kroasia di Stadion Al-Bayt di Al Khor, utara Doha pada 23 November 2022. (Photo by OZAN KOSE / AFP) - Masyarakat di China merasa frustasi dengan kebijakan Zero-Covid dan mengatakan apakah negaranya berada di planet lain, sedangkan perhelatan Piala Dunia memperlihatkan penonton yang tidak menggunakan masker. 

TRIBUNNEWS.COM - Media pemerintah China memberikan perhatian besar terhadap perhelatan Piala Dunia yang dilaksanakan di Qatar.

Perhelatan Piala Dunia tersebut, memicu frustasi warga China yang tengah berjuang dalam kebijakan Zero-Covid.

Selain Timnas China yang tidak lolos di Piala Dunia, masyarakat merasa frustasi melihat penonton di Qatar tanpa menggunakan masker.

Mereka berkecil hati untuk tidak berkumpul menonton pertandingan Piala Dunia di bar maupun di rumah.

Banyak yang menggunakan acara Piala Dunia untuk mengeluh di media sosial tentang strategi China yang menggunakan kebijakan Zero-Covid.

Dikutip dari BBC, China mempertahankan kebijakan Zero-Covid, di mana seluruh komunitas dikurung karena satu kasus baru Covid-19.

Baca juga: Viral Video Domba Berputar-putar Selama 12 Hari di China, Ini kata Ilmuwan

Hal tersebut dilakukan Xi Jinping untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Di media sosial Weibo, masyarakat mempertanyakan kelanjutan kebijakan Zero-Covid dan menanyakan apakah China "berada di planet yang sama" dengan Qatar.

Komentar di jejaring sosial Weibo tersebut, ramai dari penonton yang berbicara tentang bagaimana menonton pertandingan tahun ini membuat mereka merasa terpisah dari seluruh dunia.

Beberapa berbicara tentang persepsi mereka bahwa "aneh" melihat ratusan ribu orang berkumpul, tanpa memakai masker atau perlu menunjukkan bukti tes Covid-19 baru-baru ini.

"Tidak ada kursi terpisah sehingga orang dapat menjaga jarak sosial, dan tidak ada orang yang mengenakan pakaian (medis) putih dan biru di sela-sela. Planet ini telah benar-benar terbagi." tulis seseorang di media sosial Weibo.

Baca juga: PHK Berlanjut, Credit Suisse Pangkas 40 Persen Staf Keuangan di Cabang China

"Di satu sisi dunia, ada karnaval yaitu Piala Dunia, di sisi lain ada aturan untuk tidak mengunjungi tempat umum selama lima hari," lanjut tulis orang tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa mereka kesulitan menjelaskan kepada anak-anak mereka mengapa adegan Piala Dunia sangat berbeda dengan yang dihadapi orang-orang di rumah.

Namun, ada banyak orang di China yang mengkritik pembukaan negara-negara di luar negeri, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyebut Covid-19 sebagai "darurat global akut".

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved