Kamis, 11 Juni 2026

Jadi Benteng Alami, PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu Hantam Rumah Warga

Kayu gelondongan, potongan batang pohon, dan sedimen yang terbawa arus deras menumpuk dan tertahan, tidak langsung melaju ke permukiman warga.

Tayang:
Editor: Content Writer
Dok. PLN
INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menunjukkan fungsi yang melampaui perannya sebagai penghasil energi listrik berbasis energi baru terbarukan saat banjir bandang menerjang Sumatra Utara. 

TRIBUNNEWS.COM - Hujan turun sejak beberapa hari dan tak menunjukkan tanda akan reda. Pagi buta, saat sebagian warga masih terlelap, suara air Sungai Sipansihaporas terdengar semakin berat, menghantam bebatuan dan membawa ranting-ranting besar dari hulu.

Warga di sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Tengah mulai berjaga. Lampu rumah tetap menyala, namun mata mereka tak lepas dari arah sungai, menunggu dengan cemas kemungkinan terburuk.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada November lalu menghadirkan hari-hari penuh ketegangan. Di tengah kondisi alam yang ekstrem, bukan hanya ketangguhan masyarakat yang diuji, tetapi juga peran infrastruktur strategis dalam melindungi wilayah sekitarnya.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas menunjukkan fungsi yang melampaui perannya sebagai penghasil energi listrik berbasis energi baru terbarukan.

Erwin Tambunan, salah satu warga Desa Sihaporas, Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, merasakan langsung bagaimana kondisi saat bencana tersebut terjadi.

Di kawasan hilir Sungai Sipansihaporas, dirinya masih mengingat jelas ketika air sungai mulai tinggi. Suara hujan bercampur derasnya arus sedari pagi membuat Ia dan warga lain dilanda rasa was-was.

“Hujan terus kurang lebih seminggu. Tahu-tahunya itulah banjir bandang di tanggal 25 (November). Itu pun saya lihat ke sungai, ke kampung, aliran air sungai sangat deras," ucapnya dengan nada bergetar.

Erwin menjelaskan, kekhawatiran warga semakin memuncak setelah munculnya kayu-kayu besar yang ikut terbawa arus, mengancam rumah-rumah dan ladang yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

"Kayunya pun banyak, kayu gelondongan. Warga pun langsung mengungsi semua,” tutur Erwin.

Namun, lanjut Erwin, saat itu PLTA Sipansihaporas menjadi penahan pertama yang kokoh ketika banjir datang. Saat hujan mencapai puncaknya, bendungan yang menjadi bagian dari sistem PLTA Sipansihaporas bekerja dalam senyap.

Debit air yang meningkat tajam dari wilayah hulu tertahan di area bendungan. Kayu gelondongan, potongan batang pohon, dan sedimen yang terbawa arus deras menumpuk dan tertahan, tidak langsung melaju ke arah permukiman di hilir.

Di hari yang sangat mencekam itu, bendungan berperan layaknya benteng alami, memperlambat laju air dan meredam potensi kerusakan yang lebih besar. Berkat fungsi tersebut, sedikitnya tiga desa di wilayah hilir terhindar dari ancaman banjir yang lebih parah.

"Kalau saya lihat di atas itu, pegunungan kayu di situ banyaknya. Kalau semua kayu gelondongan ini sempat turun ke bawah (desa-desa), saya rasa banyak rumah warga yang hancur. Tapi di situ pun kami sangatlah berterima kasih, dengan adanya PLTA kami selamat. Kami merasa lebih aman. Kalau tidak ada itu, habis semua rumah warga di Sihaporas," ujar Erwin.

PLTA Sipansihaporas
PLTA Sipansihaporas menahan material banjir bandang seperti kayu gelondongan, potongan batang pohon, dan sedimen yang berpotensi mengancam rumah-rumah dan ladang yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

Baca juga: Akses Jalan Terbatas, PLN Terus Upayakan Pemulihan Listrik di Aceh Tengah

Benteng Peredam Kerusakan Bencana Banjir

Apa yang dirasakan Erwin menjadi gambaran nyata bagaimana infrastruktur ketenagalistrikan dapat memberi manfaat langsung bagi keselamatan masyarakat.

Peran bendungan PLTA Sipansihaporas dalam menahan material banjir sejalan dengan pendekatan PLN dalam membangun dan mengelola infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi, tetapi juga mengedepankan perlindungan sosial dan lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved