Kamis, 28 Mei 2026

Sumatera Blackout

Deretan Gangguan akibatkan Sumatra Blackout, Pemulihan Keseluruhan Butuh 20 Jam

PLN mengungkapkan deretan gangguan yang mengakibatkan Sumatra mengalami blackout. Ada gangguan akibat cuaca hingga berefek domino.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengungkap pemicu awal terjadinya blackout di Sumatra karena gangguan cuaca.
  • Hal ini mengakibatkan efek domino terhadap sistem kelistrikan di berbagai wilayah di Pulau Sumatra.
  • Dia menyebut untuk pemulihan secara keseluruhan membutuhkan waktu sekitar 15-20 jam buntut masih adanya perbaikan terhadap PLTU.

TRIBUNNEWS.COM - PT PLN (Persero) mengungkap penyebab terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada Jumat (22/5/2026).

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menuturkan bahwa dugaan gangguan cuaca menjadi penyebab awal terjadinya pemadaman massal tersebut.

Akibatnya, ada efek domino yang berujung pada terganggunya sistem kelistrikan di berbagai daerah di Pulau Sumatra.

Darmawan menuturkan gangguan awal kelistrikan terdeteksi di ruas transmisi 275 kilovolt (kV) antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai, Jambi.

Baca juga: Sumatera Blackout, Aktivitas Warga Pekanbaru Lumpuh, 6 Kabupaten di Jambi Gelap Gulita

Hal itu buntut adanya gangguan cuaca di wilayah tersebut.

"Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan sistem transmisi tersebut," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Darmawan menuturkan gangguan itu sistem kelistrikan 'keluar' dari wilayah Pulau Sumatra.

Dia mengatakan hal tersebut mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan pasokan dan beban listrik di sejumlah wilayah.

Hal tersebut, sambung Darmawan, berdampak adanya oversupply atau kelebihan pasokan listrik di sejumlah pembangkit buntut aliran daya yang terputus.

Ia mengungkapkan kondisi itu mengakibatkan pembangkit listriknya padam secara otomatis.

"Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau dalam istilah publik pembangkitnya otomatis padam," katanya.

Darmawan menuturkan efek lain dari insiden ini yakni berujung pada kekurangan pasokan listrik di wilayah lain.

Hal itu disebabkan karena frekuensi dan voltase mengalami penurunan.

"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," kata Darmawan.

Dia menuturkan beberapa wilayah di Sumatra yang terdampak yakni Jambi, Riau, Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Selatan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved