Ibadah Haji 2019

Diare dan Harus Dirawat di RS, Satu Jemaah Haji Tak Bisa Terbang Bersama Rombongannya

Sebanyak dua jemaah calon haji kloter satu dan kloter dua Embarkasi Jakarta Pondok Gede gagal terbang akibat diare dan hamil.

Diare dan Harus Dirawat di RS, Satu Jemaah Haji Tak Bisa Terbang Bersama Rombongannya
Darmawan/MCH2019
Kedatangan jamaah haji Indonesia di Gate Road Makkah Bandara Prince Mohammad Abdulaziz International Airport, Madinah, Senin (8/7/2019). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak dua jemaah calon haji kloter satu dan kloter dua Embarkasi Jakarta Pondok Gede gagal terbang akibat diare dan hamil.

Diketahui kloter satu jemaah calon haji tercatat sebanyak 385 asal Provinsi DKI Jakarta. Para jemaah yang berasal dari Jakarta Selatan ini tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur pada Sabtu (6/7/2019) pagi.

Seluruh jemaah dijadwalkan take off di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (7/7/2019) pukul 08.00 WIB dan diberangkatkan dari Gedung Serba Guna (SG) 1 Asrama Haji Pondok Gede menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 03.00 WIB.

Namun, satu jemaah calon haji gagal terbang akibat diare yang dialaminya. Hingga hari ini, Senin (8/7/2019) jemaah tersebut masih berada di Rumah Sakit Jakarta Timur.

Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Emberkasi Jakarta Pondok Gede Drs H Tabroni mengatakan sebelumnya dua jemaah di kloter satu sempat dirujuk ke klinik kesehatan.

Namun satu jemaah sudah dinyatakan membaik dan dapat terbang bersama rombongan lainnya.

"Ya memang waktu kloter satu tercatat ada dua yang diarahkan ke klinik. Namun satunya membaik dan sudah terbang kemarin bersama rombongan. Lalu yang satunya masih berada di RS Haji Jakarta karena mengalami diare. Nanti ketika pulih akan kita jadwalkan kembali untuk pemberangkatannya, namun kita lihat dulu kondisi kesehatannya," ungkapnya saat ditemui di Gedung Serba Guna 2, Senin (8/7/2019).

Kemudian pada Minggu (8/7/2019) sekitar pukul 17.00 WIB sebanyak 392 jemaah calon haji asal Provinsi Banten tiba di Asrama Haji Pondok Gede.

Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta Pondok Gede Drs H Tabroni
Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta Pondok Gede Drs H Tabroni (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Meskipun ke-392 jemaah diberangkatkan semua menuju Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan 9 bus sejak pukul 11.00 hari ini, rupanya satu jemaah tercatat gagal berangkat karena sedang hamil.

"Lalu pada kloter dua juga ada yang gagal terbang. Jadi satu orang ini dinyatakan hamil dan terseleksi saat masih di Banten. Oleh sebab itu saat penerimaan dan pemberangkatan hanya berjumlah 392 jemaah calhaj saja," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Ade Irma juga membenarkan pernyataan Tabroni. Ia menjelaskan kondisi para jemaah calon haji yang gagal terbang secara terperinci.

"Saat kloter satu memang benar ada dua orang yang sakit. Yang satu HBnya rendah dan yang satunya diare. Namun untuk yang HBnya rendah kondisinya sudah membaik ketika kita berikan obat dan sudah ikut terbang. Kemudian yang diare masih berada di Rumah Sakit Haji Jakarta," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dua Jemaah Calon Haji Emberkasi Jakarta Pondok Gede Gagal Terbang: Ini Penyebabnya,

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved