Ibadah Haji 2019

Jawaban Menteri Agama Saat DPR Tanyakan 520 Kuota Haji Reguler Tahun Ini Tak Terserap

Delegasi pengawas penyelenggaraan haji dari DPR RI, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan sisa kuota haji reguler yang belum terserap tahun ini.

Jawaban Menteri Agama Saat DPR Tanyakan 520 Kuota Haji Reguler Tahun Ini Tak Terserap
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Delegasi pengawas penyelenggaraan haji dari DPR RI, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan sisa kuota haji reguler yang belum terserap tahun ini.

Menurut legislator komisi VIII tersebut, saat ini masih ada sisa 520 kuota haji reguler yang tak dipakai dari total 231 ribu kuota haji tahun 2019.

Menaggapi hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan kuota yang tidak terserap pada jamaah reguler adalah sesuatu yang selalu tidak terhindarkan dari tahun ke tahun.

“Bahkan tahun ini kita bersyukur angka yang tidak terserap itu jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumya. Padahal tambahan kuota 10.000 itu sudah menjelang akhir persiapan kita,” kata Lukman.

Anggota DPR RI mengunjungi hotel jemaah haji Indonesia di sektor 8 di wilayah Misfalah, Makkah, Minggu (4/8/2019) petang waktu Arab Saudi.
Anggota DPR RI mengunjungi hotel jemaah haji Indonesia di sektor 8 di wilayah Misfalah, Makkah, Minggu (4/8/2019) petang waktu Arab Saudi. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

“Mengapa saya katakan tidak terhindarkan karena selalu ada saja menjelang akhir penutupan pendaftaran, menjelang awal keberangkatan itu ada saja dari 214.000 jamaah kita yang membatalkan diri,” kata Lukman lagi.

Lukman menjelaskan bisa juga karena faktor kesehatan sakit bisa karena meninggal dunia yang sudah tidak bisa digantikan lagi.

Anggota DPR RI Komisi VIII melakukan kunjungan dan berbincang dengan Jamaah Haji Indonesia Makkah, Arab Saudi, Senin (5/8/2019). Anggota Dewan tersebut melakukan kontrol terkait pelaksanaan Haji 2019. TRIBUNNEWS/HUSEIN SANUSI/MCH2019
Anggota DPR RI Komisi VIII melakukan kunjungan dan berbincang dengan Jamaah Haji Indonesia Makkah, Arab Saudi, Senin (5/8/2019). Anggota Dewan tersebut melakukan kontrol terkait pelaksanaan Haji 2019. TRIBUNNEWS/HUSEIN SANUSI/MCH2019 (TRIBUN/HUSEIN SANUSI/MCH2019)

Atau alasan-alasan lain misalnya alasan kantornya, kesibukannya, dan lain sebagainya sehingga menyatakan berangkat hajinya tahun depan saja tidak tahun ini.

“Bahkan dia sudah melunasi sudah memiliki visa, ada yang seperti itu. Ketika pembatalan itu terjadi last minutes yang tidak memungkinkan lagi untuk diganti secara prosedural karena penyiapan visa dan paspor itu kan masalah waktu yang tidak memungkinkan lagi karena sudah closing date maka ya memang kuota itu tidak bisa digunakan,” ujar Lukman.

Menurut Lukman angka 520 itu hanya 0,24 persen dari total 214 ribu jemaah haji, dari sisi deviasi sebenarnya masih dalam batas yang tidak sampai setengah persen.

Lalu apakah Kementerian Haji Saudi apakah sering mempertanyakan kok masih ada sisa padahal pemerintah Indonesia selalu mengajukan tambahan kuota setiap tahunnya.

“Ya selalu ada saja, kita jawab 200.000 orang itu kan enggak bisa optimal 100 persen terserap. Selalu saja ada menjelang akhir persiapan ini ada yang membatalkan diri misalnya meninggal dunia bagaimana kita menolak takdir meninggal dunia yang ketika akan digantikan sudah tidak memungkinkan lagi untuk diurus paspornya, visanya, dan seterusnya. Misalnya sakit yang tidak dimungkinkan lagi dia berangkat haji pada tahun ini,” pungkas Menag.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved