Sabtu, 30 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Jemaah Nafar Awal Lanjut Tawaf Ifadah, Jangan Paksakan Diri jika Tak Sehat

Jemaah haji harus sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam pada tanggal 12 Dzulhijjah.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
Media Center Haji 2026
USAI LEMPAR JUMRAH - Ribuan jemaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu anggota Musyrif Diny, Cholil Nafis mengingatkan jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal agar segera melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan tawaf ifadah dan sai setelah keluar dari Mina.

"InsyaAllah pada hari esok (hari ini, red) yang melaksanakan nafar awal akan keluar dari Mina. Jangan lupa lanjutkan dengan tawaf ifadah bagi yang belum melaksanakannya. Setelah tawaf ifadah, lanjutkan dengan sai dari Safa ke Marwah tujuh kali," kata Cholil Nafis kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (28/5/2026).

Nafar awal adalah pilihan bagi jemaah yang meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah atau pada Jumat (29/5/2026) setelah selesai melontar tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Namun, jemaah harus sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam pada tanggal 12 Dzulhijjah.

Ia menjelaskan, mayoritas jemaah haji Indonesia menjalankan haji tamattu sehingga masih wajib melaksanakan sai setelah tawaf ifadah.

Cholil juga mengingatkan jemaah yang sebelumnya sudah melakukan tahalul awal dengan memotong rambut usai lempar jumrah aqabah, tidak perlu kembali memotong rambut setelah menyelesaikan sai.

"Untuk kita yang sudah potong rambut pada saat selesai jumrah aqabah, tidak diperlukan lagi cukur rambut setelah melaksanakan sai," katanya.

Baca juga: Jemaah Haji Diminta Tak Ambil Jalan Pintas ke Jamarat, Rawan Tersasar

Sementara itu, Kasatops Armuzna PPIH Arab Saudi, Surnadi mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri melaksanakan tawaf ifadah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

Menurutnya, para ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu diminta aktif saling mengingatkan kondisi kesehatan jemaah di kelompok masing-masing.

"Untuk para jemaah di dalam kloter itu kan sudah ada ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu. Mereka saling mengingatkan di antara kelompok tersebut," kata Surnadi.

Ia meminta jemaah yang sedang kurang sehat atau kelelahan untuk menunda tawaf ifadah hingga kondisi tubuh kembali fit.

"Apabila kita kurang sehat dan kesehatan tidak mendukung untuk lanjut ifadah, seyogianya dilakukan di lain waktu," ujarnya. (*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved