Minggu, 31 Agustus 2025

Ibadah Haji 2023

Layanan Mashariq Bermasalah Saat Puncak Haji, Kemenag Tunggu Hasil Investigasi Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi berjanji akan melakukan investigasi terkait adanya masalah pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
AFP/ABDULGHANI BASHEER
Sejumlah layanan yang diberikan oleh Mashariq mengalami masalah pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina). Pemerintah Arab Saudi sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Kementerian Agama. Foto pemandangan udara ini menunjukkan jemaah haji berkumpul di Gunung Arafat, juga dikenal sebagai Jabal al-Rahma atau Gunung Rahmat, saat puncak ibadah haji, Selasa, (27 Juni 2023). (Abdulghani BASHEER/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah layanan yang diberikan oleh Mashariq mengalami masalah pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina).

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H Subhan Cholid mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Kementerian Agama.

Baca juga: Indonesia Dapat Kuota Haji 221.000 Tahun Depan, 9 Mei 2024 Awal Kedatangan Jemaah

Pemerintah Arab Saudi, kata Subhan, berjanji akan melakukan investigasi dan hasilnya akan disampaikan dalam satu atau dua minggu ke depan.

"Hasil itu yang kita tunggu detail-detailnya. Kenapa (di Armina) bisa sampai seperti itu, penyebabnya apa, ini yang kita tunggu," ujar Subhan melalui keterangan tertulis, Senin (3/7/2023).

Mengenai ganti rugi, Subhan mengatakan Kemenag masih menunggu hasil investigasi dari Pemerintah Arab Saudi.

Layanan di Armina adalah bagian dari layanan yang sifatnya mandatori dari pemerintah Arab Saudi.

"Kita tunggu hasil investigasinya. Apakah di sana akan dikenakan ganti rugi dan lain sebagainya, itu akan kita tunggu dari hasil investigasinya," kata Subhan.

Seperti diketahui, layanan yang menjadi tanggung jawab Mashariq tidak bisa diberikan secara optimal sehingga merugikan jemaah.

Beberapa persoalan yang muncul antara lain, tenda Arafah yang sempat dimasuki jemaah non kuota, keterlambatan pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina sehingga jemaah kepanasan.

Hingga masalah saluran air bersih dan sanitasi di Mina, hingga keterlambatan katering untuk jemaah haji.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan