Pemerintah Percepat Distribusi Kartu Nusuk, Dibagikan Sebelum Keberangkatan Jemaah
Gus Irfan mengatakan bahwa kartu identitas haji bagi jemaah asal Indonesia atau Kartu Nusuk telah diambil dari perusahaan penyedia di Arab Saudi.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah melalui Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa distribusi Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia sedang dikejar agar tidak terulang masalah seperti tahun lalu.
- Kartu Nusuk yang merupakan identitas haji telah diambil dari dua perusahaan penyedia di Arab Saudi, yakni Syarikah Dhiyuful Bait dan Mashariq.
- Sebagian kartu sudah tiba di Indonesia, namun masih tertahan di Bea Cukai sehingga pemerintah berupaya mempercepat proses pengeluaran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus menyiapkan layanan haji bagi jemaah asal Indonesia.
Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan bahwa kartu identitas haji bagi jemaah asal Indonesia atau Kartu Nusuk telah diambil dari perusahaan penyedia di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk kemarin kita sudah ambil dari dua syarikah yaitu Syarikah Dhiyuful Bait dan Mashariq. Syarikah Mashariq mengatakan Nusuk sudah semua tiba di Indonesia dan sudah dipegang oleh syarikah,” kata Gus Irfan du Gedung Buna Graha , Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (15/4/2026).
Gus Irfan mengatakan sebagian kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia namun masih tertahan di Bea Cukai. Pihaknya mencoba untuk mengeluarkan kartu tersebut dengan cepat.
“Jadi kita mencoba membantu syarikah untuk bisa mengeluarkan kartu Nusuk dari Bea Cukai,” katanya.
Ia berharap kartu Nusuk tersebut dapat segera dibagikan kepada jemaah untuk kemudian diaktivasi sebelum berangkat ke tanah suci.
Berkaca pada tahun lalu banyak kendala yang terjadi apabila kartu nusuk baru dibagikan di Arab Saudi.
“Tahun kemarin kartu Nusuk dibagikan di Saudi tapi banyak kendala yang terjadi di sana, ada beberapa atau banyak jamaah yang tidak bisa mendapatkan kartu Nusuk sehingga akibatnya untuk masuk ke Masjidil Haram pun agak mengalami kesulitan,” pungkasnya.
Apa yang dimaksud kartu nusuk?
Kartu Nusuk adalah identitas digital resmi sekaligus izin akses bagi jemaah yang ingin melaksanakan ibadah umrah dan mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi.
Kartu ini merupakan bagian dari ekosistem platform Nusuk yang diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk mendigitalisasi proses perizinan serta mengatur arus lalu lintas jemaah agar lebih tertib dan nyaman.
Selain berfungsi sebagai dokumen validasi saat pemeriksaan oleh petugas keamanan di area suci, kartu ini juga menyimpan informasi profil jemaah, riwayat vaksinasi, dan jadwal kunjungan yang telah dipesan sebelumnya.
Penerapan kartu ini menjadi sangat penting karena setiap jemaah kini diwajibkan memiliki izin resmi yang terintegrasi untuk masuk ke area-area tertentu di Makkah dan Madinah.
Bagi jemaah, kartu ini mempermudah mobilitas karena semua akses ibadah tersentralisasi dalam satu sistem, sementara bagi pemerintah Arab Saudi, kartu Nusuk berfungsi sebagai instrumen pengawasan untuk mencegah kelebihan kapasitas di tempat-tempat vital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aji-Mochamad-Irfan-Yusuf-alias-Gus-Irfan-setelah-menghadiri-ra.jpg)