Ibadah Haji 2026
7 Alat Pelindung Diri bagi Jemaah Haji yang Wajib Dibawa ke Tanah Suci
Kondisi cuaca di Arab Saudi yang dapat mencapai suhu di atas 40 derajat Celsius, membuat jemaah haji harus membawa Alat Pelindung Diri (APD).
Ringkasan Berita:
- Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting bagi jemaah haji untuk melindungi tubuh dari panas ekstrem, debu, dan risiko penyakit selama ibadah.
- Penggunaan APD seperti kacamata, masker, payung, dan alas kaki yang nyaman membantu menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
- Dengan APD yang tepat, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk.
TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Secara hukum, haji wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat istitha’ah, yakni mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.
Ibadah ini dilaksanakan sekali seumur hidup, sementara pelaksanaan berikutnya bersifat sunnah, kecuali bagi mereka yang bernazar sehingga menjadi wajib.
Haji dilaksanakan pada bulan Zulhijah, dengan puncak kegiatan saat wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dilanjutkan dengan rangkaian ibadah lain seperti mabit di Muzdalifah dan Mina, tawaf, serta sa’i.
Seluruh rangkaian ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat karena dilakukan dalam kondisi padat dan cuaca ekstrem.
Secara bahasa, haji berasal dari kata al-qaṣd yang berarti 'menyengaja'.
Maksudnya adalah sengaja mendatangi Ka’bah di Makkah untuk beribadah.
Mengutip dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, adapun secara istilah, haji adalah perjalanan ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian amalan seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, tawaf, sa’i, serta amalan lainnya pada waktu tertentu, semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya.
Berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, penyelenggaraan haji tahun 2026 dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jamaah ke asrama haji.
Keberangkatan dibagi menjadi dua gelombang.
Gelombang pertama diberangkatkan mulai 22 April 2026 menuju Madinah untuk menjalani ibadah Arbain, sementara gelombang kedua berangkat mulai 7 Mei 2026 langsung menuju Jeddah dan melanjutkan ke Makkah.
Baca juga: Ratusan Petugas Haji Daker Makkah Berangkat ke Tanah Suci, Diingatkan Tugas Utama
Perlu dipahami bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga aktivitas fisik yang cukup berat.
Kondisi cuaca di Arab Saudi yang dapat mencapai suhu di atas 40 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan rendah, sangat berbeda dengan Indonesia, dikutip dari ayosehat.kemkes.go.id.
Hal ini membuat tubuh tidak mudah berkeringat meskipun terpapar panas ekstrem, sehingga risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan meningkat.
Di sinilah pentingnya membawa Alat Pelindung Diri (APD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/JALUR-MINA-MAKKAH-2025.jpg)