Ibadah Haji 2026
Menhaj: Pemberangkatan Terakhir Petugas Haji ke Arab Saudi Dijadwalkan 13 Mei 2026
Gus Irfan pastikan petugas haji Indonesia diberangkatkan bertahap ke Arab Saudi, tekankan prioritas utama tetap pelayanan jemaah
Ringkasan Berita:
- Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan menyatakan pemberangkatan petugas haji Indonesia ke Arab Saudi berlangsung bertahap dan terakhir pada 13 Mei
- Sebanyak sekitar 1.300 petugas telah disiapkan untuk mendukung jemaah, termasuk 200 orang yang diberangkatkan ke Daker Makkah
- Ia menegaskan petugas harus memprioritaskan pelayanan jemaah selama bertugas di Tanah Suci
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terakhir dilakukan pada 13 Mei.
Pada hari ini, Kemenhaj memberangkatkan petugas PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah.
"Terakhir tanggal 13, 13 Mei. Hari ini kita berangkatkan daker Makkah," kata Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (23/4/2026).
Dirinya menjelaskan sebelumnya seluruh petugas untuk Daker Madinah telah diberangkatkan.
Sementara untuk Daker Makkah, keberangkatan masih dilakukan secara bertahap.
"Alhamdulillah PPIH untuk daker Madinah sudah berangkat semua. Jadi sudah total semua petugas haji 1.300, nanti lainnya akan menyusul," ujarnya.
Baca juga: Masih Punya Utang tapi Ingin Haji, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya
Pada pemberangkatan hari ini, Irfan menyebut jumlah petugas yang dilepas mencapai sekitar 200 orang.
Meski begitu, dirinya memastikan masih ada beberapa rombongan petugas yang akan diberangkatkan pada tahap berikutnya.
"Masih tersisa beberapa rombongan lagi nanti tanggal 23 akan ke sana," ujarnya.
Gus Irfan juga memastikan seluruh persiapan untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah telah dilakukan.
"Tentu sudah disiapkan semuanya, kemarin kloter pertama diterima oleh tim kita lengkap di sana baik Kepala Daker bahkan Dubes Saudi," katanya.
Dirinya kembali menegaskan pesan kepada para petugas agar mengutamakan kepentingan jemaah selama bertugas di Tanah Suci.
Menurut Gus Irfan, seluruh petugas merupakan representasi negara, sehingga setiap tindakan akan berdampak pada citra Indonesia.
"Jika ternyata di sana kepentingan jemaah itu menyebabkan petugas tidak bisa ikut melaksanakan ritual haji, pilih jemaah," pungkasnya.
Pada tahun 2026 ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.
Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Haji-dan-Umrah-Mochamad-Irfan-Yusuf-SOAL-daftar-tunggu-haji.jpg)