Kamis, 30 April 2026

Haji 2026

Uji Coba Makanan Dilakukan 3 Kali Sehari, Jemaah Haji Diimbau Perhatikan Batas Waktu Santap Makanan 

PPIH Arab Saudi daerah kerja Madinah melakukan uji coba makanan atau meal test untuk jemaah haji sebanyak tiga kali untuk memastikan kualitas makanan.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama
HO/IST/Media Center Haji 2026
MEAL TEST - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 melakukan meal test atau uji coba makanan sebelum dibagikan kepada jemaah haji di Madinah, Kamis (23/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Uji coba makanan atau meal test untuk jemaah haji sebanyak tiga kali.
  • Pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjaga konsistensi layanan katering di seluruh wilayah layanan jemaah.
  • Petugas juga mengingatkan mengenai batas waktu konsumsi begitu makanan diterima. 

TRIBUNNEWS.COM - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja Madinah melakukan uji coba makanan atau meal test untuk jemaah haji sebanyak tiga kali.

Hal ini dilakukan demi memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada jemaah haji Indonesia memenuhi standar kualitas dan kecukupan gizi. 

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi daker Madinah, Indri Hapsari menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjaga konsistensi layanan katering di seluruh wilayah layanan jemaah.

"Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini untuk memastikan apa yang diterima jemaah sudah layak dan sesuai standar," kata Indri di Kantor Daker Madinah, Kamis (23/4/2026).

Melalui skema meal test, pengawasan ketat dilakukan mulai dari kualitas rasa serta gramasi sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Diketahui, tahun ini terdapat peningkatan porsi pada komponen karbohidrat dan protein untuk memastikan stamina jemaah tetap terjaga selama menjalankan rangkaian ibadah.

Standar porsi per piring jemaah adalah:

  • karbohidrat 170 gram (naik dari sebelumnya 150 gram)
  • protein 80 gram (naik dari sebelumnya 75 gram)
  • sayur 70 gram
  • air mineral 600 mililiter
  • buah yang bervariasi seperti jeruk, apel, atau pir

Baca juga: 9 Rekomendasi Bekal Makanan yang Awet dan Praktis Dibawa saat Ibadah Haji

Khusus untuk jemaah lansia, kata Indri, pihak katering menyediakan menu dengan tekstur yang lebih lunak atau penyesuaian lainnya berdasarkan permintaan dari Ketua Kloter masing-masing.

"Jadi ketua kloter menyampaikan kepada petugas konsumsi di sektor kebutuhannya berapa, nanti kita sampaikan kepada dapur," ungkapnya.

​Selain kandungan gizi, petugas juga mengingatkan mengenai batas waktu konsumsi begitu makanan diterima. ​Jemaah pun diimbau untuk segera menyantap makanan. 

Hal ini disebabkan cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem sehingga makanan memiliki batas waktu layak konsumsi agar tidak basi atau terkontaminasi.

Batas maksimal waktu makan (Waktu Arab Saudi) makan pagi adalah pada pukul 09.00 dan makan siang maksimal pukul 15.00 waktu setempat.

Sementara untuk makan malam, batas maksimal disantap pada pukul 21.00 WAS. 

"Kami mohon jemaah memperhatikan stiker batas waktu yang tertera pada kemasan box makanan. Segera dimakan, jangan disimpan terlalu lama demi kesehatan bersama," kata Indri.

Respons Jemaah

Sementara itu, seorang jemaah haji asal Palembang, Abdul Satar mengaku puas dan cocok dengan menu makanan yang disediakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved