Ibadah Haji 2026
Hari Kelima Operasional Haji 2026: 22.051 Jemaah Tiba di Madinah, Cuaca Capai 36 Derajat Celsius
Memasuki hari kelima operasional haji 1447 Hijriah, tercatat 56 kloter dengan total 22.051 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, pemerintah juga terus mengedepankan konsep haji yang inklusif dan ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan.
Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap khusyuk meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang menantang.
Kemenhaj Perkuat Layanan Medis di Madinah
Untuk menjawab tantangan cuaca dan menjaga kondisi jemaah tetap prima, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan kesehatan secara menyeluruh.
Salah satu hal penting dalam pelayanan ini adalah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti di Madinah.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, menegaskan bahwa kesiapan tenaga medis menjadi prioritas utama.
Tim kesehatan yang bertugas terdiri dari berbagai profesi, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, hingga tenaga laboratorium dan radiografer.
Mereka bekerja secara bergantian untuk memastikan tidak ada celah dalam pelayanan kesehatan jemaah.
“Dua puluh empat jam tiap hari, ya,” kata Enny.
Fasilitas yang tersedia di KKHI juga cukup lengkap, mulai dari ruang perawatan dengan tempat tidur pasien, layanan farmasi, hingga peralatan medis seperti rontgen dan USG.
Selain itu, ambulans selalu disiagakan untuk merespons kondisi darurat dengan cepat.
Tidak hanya mengandalkan layanan internal, KKHI juga memperkuat sistem rujukan dengan menggandeng rumah sakit di Arab Saudi.
Beberapa di antaranya adalah Saudi German Hospital, King Fahd Hospital, dan Al Madinah Hospital.
Kerja sama ini memungkinkan jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan mendapatkan layanan medis yang lebih komprehensif secara cepat dan tepat.
Di tengah kondisi cuaca panas, dehidrasi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami jemaah.
Banyak jemaah yang masih memiliki kebiasaan mengurangi minum karena khawatir sering ke kamar kecil.