Bacaan Doa
Doa Ketika Melontar Jamrah Ula, Wusta, Aqabah dalam Ibadah Haji
Setelah mabit di Mina, jemaah haji melontar jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah sebagai simbol penolakan terhadap godaan iblis. Berikut ini doanya.
Ringkasan Berita:
- Melontar jamrah adalah ibadah wajib haji dengan melempar kerikil ke tiga jamrah pada 10–13 Dzulhijjah.
- Hukum melontar jamrah adalah wajib bagi jemaah haji.
- Ibadah ini memiliki makna simbolis sebagai perlawanan terhadap godaan setan, dengan meneladani Nabi Ibrahim dan keluarganya. Selain itu, mengajarkan kekuatan iman, keikhlasan, dan pentingnya keharmonisan keluarga.
TRIBUNNEWS.COM - Melontar jamrah adalah melontar batu kerikil ke arah jamrah Sughra (Ula), Wustha, dan Kubra dengan niat mengenai objek jamrah (marma) dan kerikil masuk ke dalam lubang marma.
Jemaah haji wajib melontar jamrah, jika tidak melaksanakannya maka dikenakan dam/fidyah.
Melontar jamrah dilakukan pada hari Nahr yaitu pada 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah.
Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan ibadah ini harus dilaksanakan secara berurutan mulai dari melontar jamrah Sughra (Ula), Wustha, dan Kubra pada waktu tertentu.
Waktu Melontar Jamrah
Melontar jamrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah dapat dilakukan mulai lewat tengah malam.
Namun, waktu yang lebih utama (afdhal) adalah setelah matahari terbit, sebagaimana tuntunan pelaksanaan haji.
Meski begitu, karena biasanya jumlah jemaah sangat padat pada pagi hari, banyak jemaah dianjurkan melaksanakannya mulai siang hari agar lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, untuk melontar jamrah pada hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, mayoritas ulama berpendapat bahwa pelaksanaannya dimulai setelah matahari tergelincir atau masuk waktu zuhur.
Akan tetapi, dalam mazhab Syafi’i terdapat pendapat dari Imam Rafi’i dan Imam Isnawi yang membolehkan melontar lebih awal, yaitu sejak terbit fajar sebelum waktu zuhur.
Baca juga: Doa Mabit di Mina agar Meraih Keberkahan Saat Ibadah Haji
Pendapat ini memang dinilai lemah oleh sebagian ulama, tetapi tetap dapat diamalkan dalam kondisi tertentu dan pernah dibahas dalam keputusan Muktamar NU.
Selain itu, lembaga fatwa resmi Mesir, Dar al-Ifta al-Misriyyah, juga memberikan kelonggaran dengan membolehkan lontar jumrah pada hari Tasyrik dimulai sejak pertengahan malam, yaitu di antara waktu magrib hingga terbit fajar.
Perbedaan pendapat ini menunjukkan adanya kemudahan dalam syariat Islam, sehingga jemaah dapat memilih waktu yang paling memungkinkan sesuai kondisi kesehatan, keamanan, dan aturan yang ditetapkan penyelenggara haji.
Tata Cara Melontar Jamrah
- Melontar kerikil mengenai marma dan masuk ke lubang
- Melontar setiap jamrah dengan 7 kerikil dan setiap kali lontaran satu kerikil. Jika melontar dengan 7 kerikil sekaligus maka dihitung satu lontaran.
- Jemaah menggunakan 7 kali lontaran kerikil pada setiap jamrah.
- Melontar jamrah dengan urutan mulai dari jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra.
Ketika hendak melontar jamrah, jemaah haji dapat membaca doa melontar jumrah.
Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut doa ketika melontar jamrah.
Doa Ketika Melontar Jamrah
بِسْمِ اللهِ اللَّهُ أَكْبَر
Bismillāh, Allāhu akbar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-MELONTAR-JAMRAH-4523532532.jpg)