Ibadah Haji 2026
18 Doa-Doa Sa'i Haji 2026/1447 H: Bacaan di Bukit Sofa Marwah, Setelah Sa'i hingga di Antara Pilar
Kumpulan doa-doa sa’i untuk haji 2026/1447 H di antaranya di antaranya Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa hingga Doa di Antara Dua Pilar Hijau.
Latin:
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Allaahu akbaru kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahil ‘azhiimi wa bi-hamdihil kariimi bukratan wa ashiilaa. Wa minal laili fasjud lahu wa sabbih-hu lailan thawiilaa. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah wa nashara ‘abdah wa hazamal ahzaaba wahdah, laa syai-a qablahu wa laa ba’dah. Yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun daa-imun laa yamuutu wa laa yafuutu abadaa, biyadihil khairu wa ilaihil mashiir, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujian yang banyak. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian-Nya, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya, tidak ada apapun sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dia Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah untuk selama-lamanya. Hanya di tanganNyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Manasik al-Hajj wal-'Umrah, hal. 25.)
4. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الأكْرَمُ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .
Latin:
Rabbi-ghfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lam, innaka ta’lamu maa laa na’lam. Allaahummagh-fir warham innaka antal a’azzul akram. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), Sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka." ( Imam al-Ghazali, Ihya 'Ulumuddin, 1/331. Menurut al-Ghazali, doa ini dibaca ketika turun memulai sa'i. HR. At-Thabrani, Ad-Du'a, 870 shahih. Doa Sa'i yang dibaca Nabi SAW ketika melintasi dua pilar hijau, yang sekarang ditandai dengan lampu hijau. Imam an-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 289. Imam anNawa--wi menambahkan doa ini.)
5. Doa setelah keluar dari lampu hijau
رَبَّنَا نَجِنَا مِنَ النَّارِ سَالِمِينَ غَانِمِينَ فَرِحِيْنَ مُسْتَبْشِرِيْنَ مَعَ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ، مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ الْنَّبِيِّينَ وَالصِّدِّقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَقًّا حَقًّا، لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعَبُّدًا وَرِقًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Latin:
Rabbanaa najjinaa minan-naari saalimiina ghaanimiina farihiina mustabsyiriina ma’a ‘ibaadikas-shaalihiin, ma’alladziina an’amallaahu ‘alaihim minan-nabiyyiina was-shiddiqiina wasy-syuhadaa-i was-shaalihiina wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa. Dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa. Laa ilaaha illallaahu haqqan haqqaa, laa ilaaha illallaahu ta’abbudan wa riqqaa, laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun.
Artinya: "Yaa Allah, bebaskan kami dari siksa neraka dalam keadaan selamat sejahtera bahagia bersama hamba-hamba-Mu yang shalih yang Engkau anugerahi nikmat dari golongan para Nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang orang shaleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Itulah limpahan kurnia dari Allah, dan cukuplah Allâh Yang Amat Mengetahui (akan balasan pahalanya). Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allâh, kepada Allâh kami memperhambakan diri kami dengan penuh keikhlasan dan kejujuran walaupun orang-orang kafir membenci."
6. Doa Mendekati Bukit Marwah
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ .
Latin:
Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillaah, faman hajjal baita awi-’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththaw-wafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliim.
Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya antara mengerjakan sa'i keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]:58.)
7. Doa Sa'i Perjalanan Kedua dari Marwah ke Şafa
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الوَاحِدُ الفَرْدُ الصَّمَدُ. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذُ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا. 53 اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا كَمَا أَمَرْتَنَا فَاغْفِرْ لَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَأَمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ. رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلا لِلَّذِينَ أَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ .
Latin:
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Laa ilaaha illallaahul waahidul fardus-shamad. Wa qulil hamdu lillaahilladzii lam yattakhidz waladan wa lam yakul lahu syariikun fil mulki wa lam yakul lahu waliyyum-minadz-dzulli wa kabbirhu takbiiraa. Allaahumma innaka qulta fii kitaabikal munazzal, ‘ud’uunii astajib lakum’, da’aunaaka rabbanaa kamaa amartanaa fagh-fir lanaa kamaa wa’adtanaa innaka laa tukhliful mii’aad. Rabbanaa innanaa sami’naa munaadiyan yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum fa-aamannaa. Rabbanaa fagh-fir lanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi-aatinaa wa tawaffanaa ma’al abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa’adtanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukhliful mii’aad. Rabbanaa ‘alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal mashiir. Rabbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur-rahiim.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tumpuan segala maksud dan tujuan, "dan katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaannya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya,"
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'an: "Berdo'alah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu," Sekarang kami mohon kepada-Mu wahai Tuhan kami, ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, Tuhanmu", ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami kami beserta orang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak mengingkari janji." "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali." kami
"Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang," (Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 27. QS. Al-Isra' [17]: 111. HR. Ibnu Sinni, nomor hadits, 645, dha'if. Doa dari Nabi SAW untuk menghilangkan bahaya dan sakit. Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 27. QS. Ali 'Imran [3]:193-194. QS. Al-Mumtahanah [60]:4.)
8. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Latin:
Rabbi-ghfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lam, innaka ta’lamu maa laa na’lam. Allaahummagh-fir warham innaka antal a’azzul akram. Allaahumma aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampunilah dan kasihanilah kami. Sesungguhnya Engkau Ya Pemurah. Ya Allah Allah Maha Mulia dan Maha berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhiratdan lindungilah kami dari azab api neraka."
9. Doa Ketika Mendekati Bukit Şafa
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.
Latin:
Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillaah, faman hajjal baita awi-’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththaw-wafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliim.
Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Mar-wah adalah sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui"
10. Doa Sa'i Perjalanan Ketiga dari Şafa ke Marwah
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا
نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . 58 اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمُ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمُ. اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا 59 وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .
Latin:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jemaah-haji-berdoa-di-atas-kursi-roda-saat-menjalankan-sai-dff.jpg)