Minggu, 17 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

18 Doa-Doa Sa'i Haji 2026/1447 H: Bacaan di Bukit Sofa Marwah, Setelah Sa'i hingga di Antara Pilar

Kumpulan doa-doa sa’i untuk haji 2026/1447 H di antaranya di antaranya Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa hingga Doa di Antara Dua Pilar Hijau.

Tayang:
Media Center Haji 2026/Sri Juliati/Sri Juliati
JEMAAH HAJI BERDOA - Jemaah haji berdoa di atas kursi roda saat menjalankan sai, Minggu (3/5/2026). Kumpulan doa-doa sa’i untuk haji 2026/1447 H di antaranya di antaranya Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa hingga Doa di Antara Dua Pilar Hijau. 
Ringkasan Berita:
  • Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebagai bentuk meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail. 
  • Doa-doa sa’i haji di antaranya Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa Sebelum Memulai Sa'i, doa dari Şafa ke Marwah, Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau hingga Doa di Bukit Marwah Sesudah Sa'i.
  • Kumpulan doa-doa sa’i haji yang bisa diamalkan pada musim haji 2026/1447 H.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan momen sakral yang dinantikan umat Islam dari seluruh dunia, termasuk pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriah. 

Jutaan jemaah akan berkumpul di Makkah al-Mukarramah untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh khusyuk. 

Salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji adalah sa’i, yaitu berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebagai bentuk meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail. 

Di momen inilah doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, karena setiap langkah memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Dalam agenda ibadah haji 1447 H, rangkaian dimulai dari kedatangan jemaah di Tanah Suci, pelaksanaan umrah wajib (bagi haji tamattu’), kemudian dilanjutkan dengan puncak ibadah haji pada 8–13 Zulhijah, yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina. 

Sa’i sendiri dilakukan setelah tawaf, baik saat umrah maupun tawaf ifadah. 

Prosesi ini berlangsung di dalam kompleks Masjidil Haram dan menjadi salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan dalam ibadah haji maupun umrah.

Selama menjalankan sa’i, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah SWT. 

Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan, namun terdapat sejumlah doa yang umum diamalkan oleh para jemaah untuk menambah kekhusyukan ibadah. 

Doa-doa sa’i haji dalam artikel ini di antaranya Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa Sebelum Memulai Sa'i, doa dari Şafa ke Marwah, Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau hingga Doa di Bukit Marwah Sesudah Sa'i.

Berikut kumpulan doa-doa sa’i haji yang bisa diamalkan pada musim haji 2026/1447 H, mengutip Buku Doa & Zikir Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia 2026/1447 H:

Baca juga: 6 Doa-Doa di Makkah Al-Mukarramah: Bacaan Memasuki Kota Makkah hingga Ketika Melihat Kabah

1. Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa Sebelum Memulai Sa'i

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُوْلُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ.

Latin:

"Bismillaahir-rahmaanir-rahiim wa rasuuluh. Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillaah, faman hajjal baita awi-’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththaw-wafa bihimaa, wa man tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliim. Abda-u bimaa bada-allaahu bihi wa rasuuluh."

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sa'i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai." (HR. Muslim, nomor hadis: 1218. Şahih. Nabi SAW membaca ayat ini (QS. Al-Baqarah [2]:158) ketika mendekati bukit Şafa)

2. Doa di Atas Bukit Şafa Ketika Menghadap Ka'bah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا . 44 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لأَشَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ .45 لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا تَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُونَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين. 

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Allaahu akbar ‘alaa maa hadaanaa wal-hamdu lillaahi ‘alaa maa aulaanaa. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaah, mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun, wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci. dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam." (Imam an-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 289.HR. Muslim, 1218, shahih, bacaan Nabi sete-lah tiba di atas bukit Shafa dengan menghadap kib-lat. Imam al-Ghazali, Ihya 'Ulumuddin, 1/331. Doa ke-tika di bukit shafa sambil menghadap ke Ka'bah.)

3. Doa Sa'i Perjalanan Pertama dari Şafa ke Marwah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ اللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيلاً. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا شَيْءَ قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ وَلَا يَقُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Allaahu akbaru kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahil ‘azhiimi wa bi-hamdihil kariimi bukratan wa ashiilaa. Wa minal laili fasjud lahu wa sabbih-hu lailan thawiilaa. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah wa nashara ‘abdah wa hazamal ahzaaba wahdah, laa syai-a qablahu wa laa ba’dah. Yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun daa-imun laa yamuutu wa laa yafuutu abadaa, biyadihil khairu wa ilaihil mashiir, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujian yang banyak. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian-Nya, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya, tidak ada apapun sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dia Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah untuk selama-lamanya. Hanya di tanganNyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Manasik al-Hajj wal-'Umrah, hal. 25.)

4. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الأكْرَمُ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . 

Latin:

Rabbi-ghfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lam, innaka ta’lamu maa laa na’lam. Allaahummagh-fir warham innaka antal a’azzul akram. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.

Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), Sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka." ( Imam al-Ghazali, Ihya 'Ulumuddin, 1/331. Menurut al-Ghazali, doa ini dibaca ketika turun memulai sa'i. HR. At-Thabrani, Ad-Du'a, 870 shahih. Doa Sa'i yang dibaca Nabi SAW ketika melintasi dua pilar hijau, yang sekarang ditandai dengan lampu hijau. Imam an-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 289. Imam anNawa--wi menambahkan doa ini.)

5. Doa setelah keluar dari lampu hijau

رَبَّنَا نَجِنَا مِنَ النَّارِ سَالِمِينَ غَانِمِينَ فَرِحِيْنَ مُسْتَبْشِرِيْنَ مَعَ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ ، مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ الْنَّبِيِّينَ وَالصِّدِّقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَقًّا حَقًّا، لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعَبُّدًا وَرِقًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Latin:

Rabbanaa najjinaa minan-naari saalimiina ghaanimiina farihiina mustabsyiriina ma’a ‘ibaadikas-shaalihiin, ma’alladziina an’amallaahu ‘alaihim minan-nabiyyiina was-shiddiqiina wasy-syuhadaa-i was-shaalihiina wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa. Dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa. Laa ilaaha illallaahu haqqan haqqaa, laa ilaaha illallaahu ta’abbudan wa riqqaa, laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun.

Artinya: "Yaa Allah, bebaskan kami dari siksa neraka dalam keadaan selamat sejahtera bahagia bersama hamba-hamba-Mu yang shalih yang Engkau anugerahi nikmat dari golongan para Nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang orang shaleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Itulah limpahan kurnia dari Allah, dan cukuplah Allâh Yang Amat Mengetahui (akan balasan pahalanya). Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allâh, kepada Allâh kami memperhambakan diri kami dengan penuh keikhlasan dan kejujuran walaupun orang-orang kafir membenci."

6. Doa Mendekati Bukit Marwah

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ . 

Latin:

Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillaah, faman hajjal baita awi-’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththaw-wafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliim.

Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya antara mengerjakan sa'i keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]:58.)

7. Doa Sa'i Perjalanan Kedua dari Marwah ke Şafa

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الوَاحِدُ الفَرْدُ الصَّمَدُ. وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذُ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا. 53 اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا كَمَا أَمَرْتَنَا فَاغْفِرْ لَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَأَمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ. رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلا لِلَّذِينَ أَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ . 

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Laa ilaaha illallaahul waahidul fardus-shamad. Wa qulil hamdu lillaahilladzii lam yattakhidz waladan wa lam yakul lahu syariikun fil mulki wa lam yakul lahu waliyyum-minadz-dzulli wa kabbirhu takbiiraa. Allaahumma innaka qulta fii kitaabikal munazzal, ‘ud’uunii astajib lakum’, da’aunaaka rabbanaa kamaa amartanaa fagh-fir lanaa kamaa wa’adtanaa innaka laa tukhliful mii’aad. Rabbanaa innanaa sami’naa munaadiyan yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum fa-aamannaa. Rabbanaa fagh-fir lanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi-aatinaa wa tawaffanaa ma’al abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa’adtanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukhliful mii’aad. Rabbanaa ‘alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal mashiir. Rabbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur-rahiim.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tumpuan segala maksud dan tujuan, "dan katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaannya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya,"
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'an: "Berdo'alah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu," Sekarang kami mohon kepada-Mu wahai Tuhan kami, ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, Tuhanmu", ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami kami beserta orang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak mengingkari janji." "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali." kami
"Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang," (Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 27. QS. Al-Isra' [17]: 111. HR. Ibnu Sinni, nomor hadits, 645, dha'if. Doa dari Nabi SAW untuk menghilangkan bahaya dan sakit. Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 27. QS. Ali 'Imran [3]:193-194. QS. Al-Mumtahanah [60]:4.)

8. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Latin:

Rabbi-ghfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lam, innaka ta’lamu maa laa na’lam. Allaahummagh-fir warham innaka antal a’azzul akram. Allaahumma aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.

Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampunilah dan kasihanilah kami. Sesungguhnya Engkau Ya Pemurah. Ya Allah Allah Maha Mulia dan Maha berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhiratdan lindungilah kami dari azab api neraka."

9. Doa Ketika Mendekati Bukit Şafa

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.

Latin:

Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillaah, faman hajjal baita awi-’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththaw-wafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliim.

Artinya: "Sesungguhnya Şafa dan Mar-wah adalah sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui"

10. Doa Sa'i Perjalanan Ketiga dari Şafa ke Marwah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا
نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . 58 اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمُ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمُ. اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا 59 وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ . 

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Rabbanaa atmim lanaa nuuranaa wagh-fir lanaa innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir. Allaahumma innii as-aluka minal khairi kullihi ‘aajilihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam. Wa a’uudzubika minasy-syarri kullihi ‘aajilihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam. Allaahumma innii as-aluka min khairi maa sa-alaka ‘abduka wa nabiyyuk. Wa a’uudzubika min syarri maa ‘aadza bihi ‘abduka wa nabiyyuk. Allaahumma innii as-alukal jannata wa maa qarraba ilaihaa min qaulin aw ‘amal, wa a’uudzubika minan-naari wa maa qarraba ilaihaa min qaulin aw ‘amal. Wa as-aluka an taj’ala kulla qadhaa-in qadhaitahu lii khairaa. Wa astagh-firuka lidzanbii wa as-aluka rahmataka yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguh-nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan di dunia dan akhirat, baik yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dimintakan perlindungan oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu,
Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku kepadanya, baik ucapan maupun amal perbuatan dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan atau pun amal perbuatan, dan aku mohon kepada Engkau agar menjadikan semua ketetapan-Mu untukku ketetapan yang baik.
Aku mohon ampunan atas dosaku serta aku mohon rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih." (Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal.29.HR. Ibnu Majah, 3846, shahih, doa yang diajarkan Nabi kepada 'Aisyah RA. Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 29.)

11. Doa setelah keluar dari lampu hijau

رَبِّي زِدْنِي عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَة إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. اللهم عافني في سمعِي وَ بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى

Latin:

Rabbii zidnii ‘ilman wa laa tuzigh qalbii ba’da idz hadaitanii wa hab lii min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab. Allaahumma ‘aafinii fii sam’ii wa basharii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabil qabr, laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz-zhaalimiin. Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqr. Allaahumma innii a’uudzu biridhaaka min sakhatika wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika wa a’uudzubika minka laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu hattaa tardhaa.

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku, janganlah engkau palingkan mendapat hatiku setelah petunjuk-Mu. Anugerahkanlah padaku kasih sayang-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Allâh, selamatkan pendengaranku dan penglihatanku (dari penyakit dan segala hal yang tidak baik). Tiada tuhan selain Engkau. Ya Allah. Aku berlindung kepadamu dari siksa kubur. Tidak tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim. Ya Allah, aku berlindung kepada-MU dari kekafiran dan kemiskinan, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan ampunan-Mu daripada siksaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari kemurkaan-Mu. Aku takkan dapat menghitung pujian yang layak bagi-Mu, Engkau adalah seperti pujianMu atas diri-Mu sendiri. Hanya bagi-Mu segala pujian hingga Engkau meridhai kami."

12. Doa Sa'i Perjalanan Keempat dari Marwah ke Şafa

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِي للإسْلامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّنِي وَأَنَا مُسْلِمِ .اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا وَمِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ شِمَالِي نُورًا وَمِنْ بَيْنِ يَدَى نُورًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ القَبْرِ.اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ  يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. سُبْحَانَكَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ يَا اللَّهُ سُبْحَانَكَ مَا ذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يا الله 

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Allaahumma innii as-aluka min khairi maa ta’lamu wa a’uudzubika min syarri maa ta’lamu wa astagh-firuka min kulli maa ta’lamu innaka anta ‘allaamul ghuyuub. Laa ilaaha illallaahul malikul haqqul mubiin, Muhammadur-rasuulullaahi shaadiqul wa’dil amiin. Allaahumma innii as-aluka kamaa hadaitanii lil-islaami an laa tanzi’ahu minnii hattaa tatawaffanii wa ana muslim. Allaahummaj-’al lii fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran wa fii sam’ii nuuran wa fii basharii nuuran wa min fauqii nuuran wa min tahtii nuuran wa ‘an yamiinii nuuran wa ‘an syimaalii nuuran wa mim baina yadaiya nuuran wa min khalfii nuuran waj-’al fii nafsii nuuran wa a’zhimm lii nuuran. Allaahummasy-rah lii shadrii wa yassir lii amrii. Wa a’uudzubika min wasaawisis-shadri wa syataatil amri wa fitnatil qabr. Allaahumma innii a’uudzubika min syarri maa yaliju fil laili wa min syarri maa yaliju fin-nahaari wa min syarri maa tahubbu bihir-riyaahu wa min syarri bawaa-iqid-dahri. Yaa arhamar-raahimiin. Subhaanaka maa ‘abadnaaka haqqa ‘ibaadatika yaa Allaah, subhaanaka maa dzakarnaaka haqqa dzikrika yaa Allaah.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, Tuhanku, aku mohon pada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung pada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun pada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberiku petunjuk memilih Islam, aku mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sampai aku meninggal dalam keadaan Muslim.
Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hatiku, lisanku, pendengaranku, dan penglihatanku, dan dari atas dan bawahku, dari kanan dan kiriku, di antara kedua tanganku, di belakangku, di dalam diriku, dan terang benderangkan cahaya besar untukku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkan segala urusanku. Dan aku berlindung pada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembahMu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mengingat-Mu dengan semestinya." (Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 31. HR. Muslim, nomor hadis: 763-189. Şahih. Doa Nabi SAW setelah bangun malam dan berwudu. HR. Al-Baihaqi, Sunan Kubra hadis nomor 9475 da'if. Doa Nabi SAW di Arafah, petikan ini dari sebagian doanya. Manasik al-Hajj wal-Umrah, hal. 32.

13. Doa Sa'i Perjalanan Kelima dari Şafa ke Marwah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ، سُبْحَانَكَ مَا شَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَا اللَّهُ سُبْحَانَكَ مَا أَعْلَى شَأْنَكَ يا الله . اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ
الرَّاشِدِينَ . 

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Subhaanaka maa syakarnaaka haqqa syukrika yaa Allaah, subhaanaka maa a’laa sya’naka yaa Allaah. Allaahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana waj-’alnaa minar-raasyidiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

14. Doa setelah keluar dari lampu hijau

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، اللَّهُمَّ اهْدِنِي بِالهُدَى واغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى، اللَّهُمَّ ابْسُطُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ وَفَضْلِكَ وَرِزْقِكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ النَّعِيمَ الْمُقِيمَ الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ أَبَدًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَمِنْ فَوْقِي نورا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَعَظِمْ لِي نُورًا، رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Latin:

Allaahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka. Allaahummahdinii bil hudaa wagh-fir lii fil aakhirati wal uulaa. Allaahummabsuth ‘alainaa min barakaatika wa rahmatika wa fadhlika wa rizqika. Allaahumma innii as-alukan-na’iimal muqiimalladzii laa yahuulu wa laa yazuulu abadaa. Allaahummaj-’al fii qalbii nuuran wa fii sam’ii nuuran wa fii basharii nuuran wa fii lisaanii nuuran wa ‘an yamiinii nuuran wa min fauqii nuuran waj-’al fii nafsii nuuran wa ‘azhimm lii nuuran. Rabbi syrah lii shadrii wa yassir lii amrii.

Artinya: "Ya Allah, selamatkan diriku dari hari pada membangkitkan hamba-hambaMu. Engkau Ya Allah, berilah pertunjuk kepadaku dengan pertunjuk-Mu, dan ampunilah dosaku di didunia dan di akhirat. Ya Allâh anugerahkanlah kepada kami berkat, rahmat, dan karunia dan rezeki darimu. Ya Allah, aku memohon kepadamu nikmat yang kekal abadi. Ya Allah, jadikanlah cahaya pada hatiku, pendengaranku, penglihatanku, lidahku, sisi kananku, di atasku, jadikan dalam jiwaku cahaya, perluaskan cahaya bagiku. Yâ Allâh lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku."

15. Doa Sa'i Perjalanan Keenam dari Marwah ke Şafa

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ .
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتَّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى  وَالْعَمَلَ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُوْلُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ والنَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ . اللَّهُمَّ بِنُوْرِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِي كَنَفِكَ وَإِنْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَا قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَا بَعْدَكَ شَيْءٌ وَالظَّاهِرُ فَلَا شَيْءٍ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلَا دُونَكَ شَيْءٌ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. وَنَسْأَلُكَ الْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah wa nashara ‘abdah wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun. Allaahumma innii as-alukal hudaa wat-tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa wal ‘amala limaa tuhibbu wa tardhaa. Allaahumma lakal hamdu kalladzii taquulu wa khairam-mimmaa naquul. Allaahumma innii as-aluka ridhaaka wal jannata wa a’uudzubika min sakhatika wan-naari wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin aw fi’lin aw ‘amal. Allaahumma binuurika-htadainaa wa bifadhlika-staghnainaa wa fii kanafika wa in’aamika wa ‘athaa-ika wa ihsaanika ashbahnaa wa amsainaa. Allaahumma antal awwalu falaa qablaka syai-un wa antal aakhiru falaa ba’daka syai-un wazh-zhaahiru falaa syai-a fauqaka wal baathinu falaa duunaka syai-un. Allaahumma innii a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli wa ‘adzaabil qabr, wa a’uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Wa nas-alukal fauza bil jannati wan-najaata minan-naar.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya semata, sekalipun orang-orang kafir membenci.
Ya Allah, aku memohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, kemandirian, dan pekerjaan yang engkau ridai. Ya Allah, pada-Mu segala puji seperti pujian-Mu pada diri-Mu, dan sebaik pujian kami kepada-Mu.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu rida-Mu dan surga, aku berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan daku kepadanya (neraka), baik ucapan atau pun amal perbuatan.
Ya Allah, hanya dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu dan kebajikan-Mu kami berada di waktu pagi dan petang.
Ya Allah, Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pulalah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau pulalah Yang Batin, maka tidak ada sesuatupun di bawah-Mu.
Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari lemah, malas, penakut, pikun, pelit, siksa kubur, dan aku berlundung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati, serta kami mohon pada-Mu memperoleh keuntungan surga keselamatan dan api neraka." (Manasik al-Hajj wal- 'Umrah, hal. 35. HR. Muslim, 2721 shahih. Doa Nabi SAW. HR. At-Thabrani, Ad-Du'a, nomor hadits, 1409 dha'if.
Doa Nabi SAW. HR. Muslim, 2713 sahih. Sebagian dari doa Nabi SAW ketika hendak tidur. HR. Ahmad. Al-Musnad, nomor hadis: 12052. Şahih.Doa Nabi SAW.)

16. Doa Sa'i Perjalanan Ketujuh dari Şafa ke Marwah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا . اللَّهُمَّ حَبِّبُ إِلَيَّ الإِيمَانَ وَزَيَّنُهُ فِي قَلْبِي وَكَرِهُ إِلَيَّ الْكُفْرَ
وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الرَّاشِدِينَ .

Latin:

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbaru kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa. Allaahumma habbib ilayyal iimaana wa zayyinhu fii qalbii wa karrih ilayyal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana waj-’alnii minar-raasyidiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar benar-benar besar. Segala puji hanya untuk Allah dengan pujian yang banyak, Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di hatiku, tanamkanlah kebencian pada diriku pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Doa ini mengubah kata ganti "kami" menjadi "aku", yang aslinya diambil dari riwayat HR. Al-Hakim, 1868, shahih.)

17. Doa setelah keluar dari lampu hijau

اللَّهُمَّ اخْتِمْ بِالْخَيْرَاتِ آجَالَنَا وَ حَقِّقُ بِفَضْلِكَ
آمَا لَنَا . وَ سَهِّلْ لِبُلُوغِ رِضَاكَ سُبُلَنَا وَ حَسِنْ فِي جَمِيعِ الْأَحْوَالِ أَعْمَالَنَا يَا مُنْقِذَ الْغَرْقِ ، يَا مُنْجِيَ الْهَلَكَى يَا شَاهِدَ كُلِّ نَجْوَى . يَا مُنْتَهَى كُلِّ شَكْوَى، يَا قَدِيمَ الْإِحْسَانِ، يَا دَائِمَ الْمَعْرُوفِ يَا مَنْ لَا غِنِّى بِشَيْءٍ عَنْهُ وَلَا بُدَّ لِكُلِّ شَيْءٍ مِنْهُ، يَا مَنْ رِزْقُ كُلِّ شَيْءٍ عَلَيْهِ، وَمَصِيرُ كُلِّ شَيْءٍ إِلَيْهِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي عَائِدٌ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَعْطَيْتَنَا وَمِنْ شَرِّ مَا مَنَعْتَنَا اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ، وَالْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ، غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ، رَبِّ يَسِّرْ وَلَا تُعَبِّرْ ، رَبِّ أَتْمِمْ بِالْخَيْرِ

Latin:

Allaahummakhtim bil khairaati aajaalanaa wa haqqiq bifadhlika aamaalanaa. Wa sahhil libuluughi ridhaaka subulanaa wa hassin fii jamii’il ahwaali a’maalanaa yaa munqidzal gharqaa, yaa munijiyal halkaa, yaa syaahida kulli najwaa. Yaa muntahaa kulli syakwaa, yaa qadiimal ihsaan, yaa daa-imal ma’ruuf, yaa mal-laa ghinaa bisyai-in ‘anhu wa laa budda likulli syai-im-minhu, yaa mar-rizqu kulli syai-in ‘alaihi, wa mashiiru kulli syai-in ilaih. Allaahumma innii ‘aa-idzu bika min syarri maa a’thaitanaa wa min syarri maa mana’tanaa. Allaahumma tawaffanaa muslimiin, wa al-hiqnaa bis-shaalihiin, ghaira khazaayaa wa laa maftuuniin. Rabbi yassir wa laa tu’assir, rabbi atmim bil khair.

Artinya: "Ya Allah, sempurnakanlah ajalku dengan segala kebajikan, wujudkanlah cita-citaku dengan limpahan karuniamu, dan mudahkanlah segala kepada menyampaikanku keridhaanMu, perindahlah segala amalanku di dalam semua keadaan. Wahai Tuhan yang menolong mereka yang tenggelam dan melepaskan mereka yang binasa. Tuhan yang mendengar segala bisikan jiwa. Tuhan yang menjadi tumpuan segala asa. Tuhan yang sentiasa menebar kebaikan, yang sentiasa melihat kebajikan. Tuhan yang tidak membutuhkan sesuatu pun namun segala sesuatu membutuhkan kepadanya. Tuhan yang menentukan segala rezeki kepada tiap-tiap suatu dan kepada-Nya tempat kembali. Yâ Allâh sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari seburuk-buruknya perkara yang Engkau kurniakan kepada kami dan daripada seburuk-buruk perkara yang Engkau cegah dari jalan yang akan kami. Ya Allah, matikanlah kami di dalam keadaan muslim dan pertemukan kami dengan orang-orang yang salih di dalam keadaan tidak terhina dan selamat dari fitnah. Ya Allâh permudahlah, janganlah Engkau persulit, sempurnakanlah (amalan kami) dengan kebajikan. " ( Manasik al-Hajj wa al-'Umrah)

18. Doa di Bukit Marwah Sesudah Sa'i

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانِ وَالإِسْلامِ الكَامِلِ جَمِيعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا. اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ المَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ
عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Latin:

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa wa ‘aafinaa wa’fu ‘annaa wa ‘alaa thaa’atika wa syukrika a’innaa wa ‘alaa ghairika laa takilnaa wa ‘alal iimaani wal islaamil kaamili jamii’an tawaffanaa wa anta raadhin ‘annaa. Allaahummar-hamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii war-hamnii an atakal-lafa maa laa ya’niinii war-zuqnii husnan-nazhari fiimaa yurdhiika ‘annii yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janga Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau rida.
Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu rida terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih." ( Manasik al-Hajj wa al- 'Umrah, hal. 39. HR. Al-Hakim,1190 shahih. Doa salat ma-lam yang diajarkan Nabi SAW kepada 'Ali pada malam Jum'at.)

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved