Minggu, 17 Mei 2026

Haji 2026

Pentingnya Menjaga Lisan saat Ibadah Haji agar Meraih Haji Mabrur

Pentingnya menjaga lisan selama ibadah haji, karena ucapan yang tidak terkontrol dapat mengurangi makna spiritual dan kualitas ibadah.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
  • Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, mengingatkan pentingnya menjaga lisan selama ibadah haji karena ucapan yang tidak terkontrol dapat mengurangi makna spiritual dan kualitas ibadah.
  • Menurut Prof Evi, ibadah haji merupakan ujian kesabaran karena jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci dalam waktu bersamaan, sehingga emosi mudah terpancing saat menghadapi antrean dan keramaian.
  • Jemaah diimbau perbanyak dzikir, menahan emosi, serta menghindari ucapan kasar.

TRIBUNNEWS.COM - Menjaga lisan menjadi salah satu hal penting yang sering diingatkan kepada jemaah saat melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Di tengah padatnya aktivitas dan jutaan umat Islam yang berkumpul di Tanah Suci, kemampuan mengendalikan ucapan menjadi bagian dari ujian kesabaran selama berhaji.

Dalam Islam, lisan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas ibadah seseorang.

Ucapan yang baik dapat membawa kebaikan, sedangkan perkataan yang tidak terjaga justru dapat menimbulkan kesalahan hingga mengurangi nilai ibadah.

Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, mengingatkan pentingnya menjaga lisan selama menjalankan ibadah haji maupun umrah.

Hal tersebut disampaikannya dalam program Oase Tribunnews, Jumat (15/5/2026).

Menurut Prof Evi, menjaga ucapan menjadi salah satu aspek penting dalam ibadah haji karena lisan memiliki dampak besar terhadap kualitas ibadah seseorang.

Mengapa Menjaga Lisan saat Haji Sangat Penting?

Ibadah haji bukan hanya soal menjalankan rangkaian ritual seperti tawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.

Lebih dari itu, haji juga menjadi latihan kesabaran dan pengendalian diri.

"Saat berada di Tanah Suci, jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul pada waktu yang sama. Kondisi tersebut sering memicu kelelahan fisik maupun emosi jika tidak disikapi dengan sabar," ujarnya.

Baca juga: Doa Nabi Ibrahim Agar Bisa Berangkat Haji dan Umrah yang Penuh Harapan

Karena itu, menjaga ucapan menjadi sangat penting agar ibadah tetap berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik dengan sesama jemaah.

Prof. Evi juga menjelaskan, Islam telah mengajarkan umatnya untuk menjaga perkataan karena ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat membawa kebaikan maupun keburukan.

Ia mengutip Surah Al-Mu’minun ayat 3 yang berbunyi:

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَۙ

Walladzīna hum 'anil-laghwi mu'riḍūn.

"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,"

Prof. Evi menyoroti mayoritas jemaah haji Indonesia yang didominasi kelompok lanjut usia atau lansia.

Menurutnya, banyak jemaah harus menunggu antrean keberangkatan haji hingga puluhan tahun. Di sejumlah daerah, masa tunggu haji bahkan mencapai sekitar 30 tahun.

Karena itu, ia menilai sangat disayangkan apabila ibadah yang telah lama dinantikan justru kehilangan esensinya hanya karena tidak mampu menjaga ucapan dan emosi.

“Kita sudah menunggu lama untuk berhaji. Akan sangat disayangkan kalau kemudian esensi hajinya tidak didapat hanya karena lisan,” ungkapnya.

Jangan Menghalalkan Segala Cara Saat Beribadah

Prof. Evi mengingatkan agar jemaah tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, setiap orang memiliki tujuan yang sama untuk beribadah sehingga sikap saling menghormati dan menjaga ucapan harus tetap diutamakan.

Ia mencontohkan kondisi antrean toilet hingga padatnya area tawaf yang membutuhkan kesabaran ekstra dari para jemaah.

Menurutnya, perilaku mudah marah, mengeluh, atau berkata kasar dapat mengurangi makna spiritual dalam ibadah haji.

“Kalau tidak sabar dan tidak hati-hati, bisa saling dorong, saling marah, atau mengomel,” katanya.

Baca juga: Nasib Jemaah Haji Indonesia yang Ditangkap Usai Rekam Tanpa Izin di Masjid Nabawi, Bisakah Berhaji?

Agar ibadah berjalan lebih khusyuk, berikut beberapa cara menjaga lisan selama berhaji, di antaranya:

  • Memperbanyak dzikir dan istighfar
  • Menahan emosi saat menghadapi antrean
  • Menghindari ucapan kasar atau keluhan berlebihan
  • Mengingat tujuan utama berhaji
  • Mengutamakan kesabaran dan toleransi

Selain itu, ia menegaskan menjaga lisan bukan hanya penting saat berada di Tanah Suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, saat ibadah haji, kemampuan menjaga ucapan menjadi lebih penting karena kondisi fisik dan mental jemaah benar-benar diuji.

Dengan menjaga lisan, bersikap sabar, dan menghormati sesama jemaah, ibadah haji diharapkan dapat berjalan lebih baik dan membawa predikat haji mabrur.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved