Jumat, 15 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Biasakan Jalan Kaki Hadapi Padatnya Armuzna

Jemaah haji Indonesia diimbau mulai membiasakan berjalan kaki secara bertahap menjelang puncak ibadah haji.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
ANITA K WARDHANI/MCH 2024
Foto ilustrasi jemaah haji diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah tahun 2024 lalu. 

Ringkasan berita

  • Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji Indonesia mulai membiasakan berjalan kaki secara bertahap menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
  • Juru bicara kementerian, Maria Assegaff, mengatakan kesiapan fisik penting karena jemaah berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh akibat kepadatan dan pengaturan pergerakan massa saat puncak haji.
  • Maria juga mengingatkan cuaca panas di Arab Saudi serta padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan tersendiri sehingga jemaah diminta menjaga stamina agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara optimal.
  • Hingga hari ke-24 operasional haji, sebanyak 395 kloter dengan 152.724 jemaah dan 1.977 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
  • Sementara 353 kloter berisi 136.422 jemaah sudah tiba di Makkah, dan 120 kloter gelombang kedua mendarat melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengimbau jemaah haji Indonesia mulai membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Menurut dia, kesiapan fisik menjadi faktor penting karena jemaah berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki saat puncak haji berlangsung.

"Jadi mari kita sama-sama para jemaah membiasakan diri untuk berjalan kaki secara bertahap sesuai dengan kemampuan," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2026). 

Saat pelaksanaan puncak haji di Armuzna, Maria mengatakan kepadatan jemaah dan pengaturan pergerakan massa dapat membuat jemaah harus lebih banyak berjalan kaki.

Sehingga para jemaah, kata Maria, sebaiknya membiasakan untuk latihan fisik. 

"Dalam pelaksanaan ibadah haji ini, khususnya pada saat puncak haji di Armuzna, jemaah mungkin berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki, baik karena potensi kepadatan maupun juga pengaturan pergerakan jemaah," ujarnya.

Selain aktivitas ibadah yang padat, Maria mengatakan kondisi cuaca di Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. 

Dirinya meminta jemaah menjaga stamina agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.

"Kondisi cuaca di Arab Saudi juga padat aktivitas ibadah, ini tentu memerlukan kesiapan fisik yang baik agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal," ucapnya.

Operasional penyelenggaraan ibadah haji yang kini memasuki hari ke-24. 

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.977 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung bertahap. Hingga kini, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.765 petugas telah tiba di Makkah.

Adapun kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat mencapai 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas.

Sebanyak 10.535 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Puncak haji akan berlangsung pada 26 Mei 2026 di Arafah dan seluruh jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia paling lambat 1 Juli 2026.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved