Ibadah Haji 2026
Tata Cara Sa’i dari Shafa ke Marwah: Titik Awal, Akhir, dan Jumlah Putaran
Sa'i, di antara dua titik Bukit Shafa dan Bukit Marwah, jutaan jamaah dari seluruh dunia menapaki perjalanan bolak-balik sebanyak tujuh kali.
Ringkasan Berita:
- Sa’i antara Shafa dan Marwah merupakan ibadah haji dan umrah yang dilakukan sebanyak tujuh kali bolak-balik sebagai bagian penting dari rangkaian.
- Pelaksanaan sa’i dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah, dengan tata cara yang mencakup dzikir, doa, serta sunnah berlari kecil bagi laki-laki di area tertentu.
- Sa’i mengandung hikmah mendalam tentang perjuangan Siti Hajar, nilai kerja keras, optimisme, dan tawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
TRIBUNNEWS.COM - Sa’i merupakan salah satu rangkaian ibadah dalam haji dan umrah yang tidak hanya menuntut ketepatan gerakan, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna spiritual yang sangat kuat bagi setiap muslim yang melaksanakannya.
Di antara dua titik bersejarah, yakni Bukit Shafa dan Bukit Marwah, jutaan jamaah dari seluruh dunia menapaki perjalanan bolak-balik yang tampak sederhana, namun sesungguhnya sarat dengan nilai ketundukan, perjuangan, dan pengharapan kepada Allah SWT.
Sa’i bukan sekadar berjalan, melainkan sebuah pengingat abadi tentang ikhtiar manusia yang selalu diiringi dengan tawakal, sebagaimana jejak perjuangan Siti Hajar yang berlari mencari air untuk putranya di tengah padang pasir yang sunyi dan tandus, hingga akhirnya Allah menghadirkan mata air Zamzam sebagai jawaban atas doa dan kesungguhannya.
Dalam konteks ibadah, sa’i menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari rangkaian haji dan umrah, dilaksanakan setelah thawaf dengan tata cara tertentu yang telah ditetapkan dalam syariat.
Ia dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah, dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan bolak-balik yang masing-masing memiliki ketentuan dan adab tersendiri.
Di balik gerakan yang berulang itu, tersimpan pesan mendalam bahwa hidup manusia sejatinya adalah perjalanan panjang antara usaha dan harapan, antara ikhtiar yang tak pernah berhenti dan doa yang tak pernah putus.
Lebih dari sekadar ritual, sa’i juga menjadi ruang refleksi spiritual bagi setiap jamaah untuk mengingat kembali bahwa setiap langkah dalam hidup, sekecil apa pun, memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Karena itu, memahami tata cara sa’i secara benar bukan hanya soal menjalankan kewajiban ibadah, tetapi juga tentang menghayati makna penghambaan yang sesungguhnya, bahwa di balik setiap usaha, selalu ada pertolongan Allah yang datang pada waktu terbaik-Nya.
Titik Awal, Akhir, dan Cara Menghitung Putaran Sa’i
Mengutip dari Instagram @kantorurusanhaji, dalam pelaksanaannya, sa’i memiliki ketentuan rute yang jelas dan tidak boleh diubah:
Baca juga: 18 Doa-Doa Sai Haji 2026/1447 H: Bacaan di Bukit Sofa Marwah, Setelah Sai hingga di Antara Pilar
- Titik awal sa’i: Bukit Shafa
- Titik akhir sa’i: Bukit Marwah
- Jumlah putaran: 7 kali perjalanan
Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
- Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung 1 putaran
- Perjalanan kembali dari Marwah ke Shafa dihitung 1 putaran berikutnya
- Demikian seterusnya hingga mencapai 7 putaran yang berakhir di Marwah
Dengan demikian, perjalanan pertama selalu dimulai dari Shafa, dan putaran terakhir harus berakhir di Marwah.
Tata Cara Melakukan Sa’i yang Benar
Mengutip dari laman bpkh.go.id, berikut tata cara melakukan sa'i yang benar:
1. Memulai dari Bukit Shafa
Ketika sampai di Bukit Shafa, jamaah dianjurkan membaca firman Allah:
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Artinya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Masjidil-Haram-difoto-dari-puncak-Tower-Zamzam.jpg)