Kamis, 4 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Jemaah Haji Telantar Berjam-jam, Garuda Indonesia Ungkap Penyebab Keterlambatan di Bandara Jeddah

Salah satu penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah GA 7603 yang membawa jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Banten (JKB 02).

Tayang:
Media Center Haji 2026
KEPULANGAN JEMAAH - Ilustrasi. Salah satu penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah GA 7603 yang membawa jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Banten (JKB 02). 
Ringkasan Berita:
  • Garuda menyebut delay penerbangan haji dipicu kepadatan operasional di Bandara Jeddah.
  • Sejumlah kloter, termasuk Banten, Medan, Yogyakarta, dan Ujung Pandang terdampak.
  • Wamenhaj Dahnil menegur Garuda dan meminta kompensasi bagi jemaah yang mengalami keterlambatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen Garuda Indonesia buka suara terkait keterlambatan (delay) beberapa penerbangan yang membawa jemaah haji Indonesia pulang dari Arab Saudi.

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah mengatakan, keterlambatan terjadi karena padatnya aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Kondisi tersebut membuat jadwal keberangkatan sejumlah pesawat harus disesuaikan.

Baca juga: KABAR HAJI, 21 Armada Bus Shalawat Beroperasi Lagi, Layani Jemaah Menuju Masjidil Haram

Salah satu penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah GA 7603 yang membawa jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Banten (JKB 02).

Pesawat tersebut seharusnya berangkat dari Jeddah pada Selasa (2/6/2026), namun mengalami penundaan selama beberapa jam.

"Melalui koordinasi intensif yang terus dilakukan bersama otoritas setempat, Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh jemaah pada penerbangan kloter 2 embarkasi Banten (JKB02) telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6) pukul 13.45 WIB," tutur Dicky dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Selain Kloter Banten, keterlambatan juga memengaruhi beberapa kelompok terbang lainnya, yaitu Kloter 3 Embarkasi Ujung Pandang, Kloter 2 Embarkasi Medan, Kloter 2 Embarkasi Yogyakarta, serta dua penerbangan haji khusus (ONH Plus). 

Garuda menyatakan seluruh penerbangan tersebut kini telah diberangkatkan menuju tujuan masing-masing.

"Garuda Indonesia bersama otoritas bandara setempat terus melakukan koordinasi dan langkah mitigasi operasional guna memastikan proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai standar layanan yang ditetapkan," tegas Dicky.

Selama proses penanganan berlangsung, Garuda Indonesia juga memastikan para jemaah memperoleh pendampingan dan layanan yang diperlukan, termasuk pemenuhan hak-hak jamaah haji sesuai ketentuan yang berlaku.

Maskapai pelat merah tersebut turut menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah atas penyesuaian jadwal yang terjadi," terangnya. 

Sebelumnya Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegur maskapai Garuda Indonesia terkait pesawat jemaah haji yang delay berjam-jam di Jeddah, Rabu (3/6/2026).

Diketahui, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7603 rute Jeddah-Jakarta yang membawa jemaah haji asal embarkasi Banten (JKB) 2 mengalami delay pada Selasa (2/6/2026) sejak pukul 15.55 Waktu Arab Saudi.

Mengutip dari akun Instagram @iamayib, jemaah baru masuk ke dalam pesawat sekira pukul 22.00 WAS dan terbang satu jam kemudian.

Akun iamayib juga menyebut, di dalam rombongan itu terdapat sejumlah jemaah haji lansia dan mereka tidak menerima kompensasi berupa makan malam.

Terkait hal ini, Dahnil menghubungi pihak maskapai dan menyatakan, terjadi kepadatan di terminal haji Bandara King Abdulaziz International.

Imbas dari kepadatan lalu lintas penerbangan tersebut menyebabkan pesawat Garuda Indonesia yang seharusnya terbang pada pukul 15.55 WAS mengalami delay.

"Kami sampaikan kepada maskapai terkait dengan delay, harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi yang lain yang itu membuat jemaah tetap nyaman," ukar Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji, Jeddah.

Pihak maskapai, lanjut Dahnil, sudah sepakat akan memberikan kompensasi dalam bentuk ekstra pelayanan atau lainnya.

"Kami berharap dari Garuda melakukan dan menunaikan hal tersebut," ucapnya.

Wamenhaj mengaku juga telah menegur Garuda Indonesia agar lebih berhati-hati terkait jadwal penerbangan agar tidak terjadi peristiwa serupa.

Kalau pun terjadi delay, Dahnil berharap, maskapai dapat berkoordinasi langsung dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar bisa diantisipasi sehingga jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama.

"Yang jelas terhadap delay tadi malam karena ada traffic yang sangat padat dan Garuda dipastikan akan memberikan kompensasi kepada jemaah," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved