Kamis, 4 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Kumpulkan 23 Katering Jemaah Haji di Madinah, Gus Irfan Minta Layanan Konsumsi Ditingkatkan

Menhaj Gus Irfan meminta 23 katering haji meningkatkan kualitas, keamanan, dan ketepatan distribusi.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
Media Center Haji 2026
KATERING JEMAAH HAJI - Sejumlah pekerja di Catering Uhud Taiba memasak menu jemaah haji, beberapa waktu lalu. Dapur ini melayani makanan untuk jemaah haji Indonesia sebanyak 6.000 box per hari. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang dijadwalkan mulai tiba di Madinah pada Minggu, 7 Juni 2026 setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan Armuzna di Makkah.

Dalam pertemuan itu, Gus Irfan memberikan sejumlah arahan kepada para penyedia katering agar kualitas layanan konsumsi bagi jemaah dapat terus ditingkatkan.

Baca juga: 421 Armada Bus Shalawat Beroperasi Lagi, Layani Pergerakan Jemaah Haji pada 25 Rute di Makkah

Ia menegaskan ada tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian seluruh perusahaan katering: ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi makanan kepada jemaah.

"Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan," ujar Gus Irfan.

Menurutnya, hasil evaluasi pada fase kedatangan jemaah gelombang pertama menunjukkan masih ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan bersama oleh para penyedia layanan konsumsi.

Beberapa di antaranya terkait konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jemaah Indonesia, daya tahan makanan, hingga penguatan manajemen distribusi agar makanan diterima jemaah tepat waktu.

"Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang disampaikan pemerintah.

Baca juga: Indonesia Serahkan Daging Dam Jemaah Haji untuk Gaza via Mesir

Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Gus Irfan juga mengingatkan jemaah haji Indonesia agar disiplin dalam mengonsumsi makanan yang telah disediakan selama berada di Madinah.

Ia menjelaskan lokasi sebagian besar hotel jemaah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi sering membuat jemaah terlalu lama beribadah sehingga terlambat menyantap makanan yang telah dibagikan.

"Saya mengimbau kepada seluruh jemaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan. Pada setiap kemasan makanan juga telah dicantumkan batas waktu aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Pemerintah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jemaah dapat membuat layanan konsumsi pada fase Madinah berjalan lebih optimal sehingga kebutuhan nutrisi jemaah tetap terpenuhi hingga kepulangan ke Tanah Air. (*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved