Ibadah Haji 2026
Menjelajah Pasar Kakiyah, Surga Belanja Oleh-oleh Jemaah Haji di Makkah
Pasar Kakiyah di Makkah menjadi tujuan favorit jemaah haji Indonesia untuk membeli oleh-oleh karena barangnya lengkap dan harganya terjangkau.
Sebagian besar produk justru didatangkan dari berbagai negara seperti Turki, Bangladesh, dan China. Namun hal itu tidak mengurangi daya tarik pasar tersebut.
Bagi jemaah haji, Pasar Kakiyah tetap menjadi salah satu tujuan utama untuk berburu oleh-oleh dengan harga yang lebih ramah di kantong dibandingkan pusat perbelanjaan di sekitar Masjidil Haram.
Ada satu hal lain yang membuat pengalaman berbelanja di Pasar Kakiyah terasa lebih mudah bagi jemaah Indonesia.
Banyak pedagang di pasar ini ternyata mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, mulai dari sekadar menyapa, menawarkan barang dagangan, hingga melayani proses tawar-menawar.
"Ayo ibu, bapak, murah-murah," ujar seorang pedagang di Pasar Kakiyah ketika menyambut jemaah haji yang menyambangi tokonya.
Sementara itu, seorang jemaah, Nur Rohmat dari Kloter SOC 76 mengaku sengaja datang ke Pasar Kakiyah untuk membelikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah.
Bersama sang istri dan rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ia membeli berbagai barang, mulai dari abaya untuk sang istri, aneka pernik hiasan, hingga makanan dan cokelat khas Arab Saudi.
"Belanja di sini seru karena barangnya lengkap. Istri beli abaya, ada juga pernak-pernik, hiasan, sama oleh-oleh makanan dan cokelat untuk keluarga di rumah," ujar Nur Rohmat yang merupakan warga Banyumas, Jawa Tengah.
Hal senada disampaikan Abdul Aziz Dakirin, rekan satu rombongan Nur Rohmat.
Menurut dia, Pasar Kakiyah menjadi pilihan banyak jemaah karena menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan toko-toko oleh-oleh lainnya.
Menawar menjadi salah satu kunci kesuksesan belanja di Pasar Kakiyah.
"Kalau di Kakiyah bisa lebih murah sekitar 30 sampai 50 persen. Tapi memang harus pintar menawar," kata Abdul Aziz.
Menariknya, sebagian pedagang juga menerima pembayaran menggunakan uang rupiah.
Jemaah cukup menunjukkan lembaran rupiah yang mereka miliki untuk kemudian dihitung nilai tukarnya oleh pedagang.
"Belanjanya bisa pakai uang Jokowi atau Prabowo juga," ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Abdul Aziz, jika dibandingkan dengan harga barang serupa di Indonesia, selisihnya tidak terlalu jauh.
Namun sensasi membeli langsung oleh-oleh dari Tanah Suci menjadi nilai tersendiri bagi para jemaah haji.
"Bahkan kalau dibandingkan dengan Indonesia, harganya hampir imbang untuk beberapa barang. Tapi karena belinya langsung dari Makkah, rasanya tentu berbeda," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BELANJA-DI-KAKIYAH-Jemaah-haji-Indonesi.jpg)