Ibadah Haji 2026
Istitha'ah Kesehatan Diperketat, Jumlah Jemaah Haji yang Dirawat Pasca-Armuzna Turun Signifikan
Jumlah jemaah haji Indonesia yang dirawat pasca-Armuzna mengalami penurunan signifikan.
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah jemaah haji Indonesia yang harus menjalani perawatan di rumah sakit pasca-puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), dr Dani Pramudya mengatakan, hingga saat ini tercatat sekitar 210 jemaah dirawat di sejumlah rumah sakit di Makkah.
Sementara sekitar 20 jemaah lainnya menjalani perawatan di Jeddah menjelang kepulangan ke Tanah Air.
"Pasca-Armuzna yang kita rawat hampir 210 jemaah, kalau yang tahun lalu mungkin sekitaran 300 jemaah," kata dr Dani kepada tim Media Center Haji (MCH) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Kamis (5/6/2026).
"Mungkin karena istitha'ah kurang dari tahun lalu, tapi sekarang kita perketat istitha'ah," tambahnya.
Menurutnya, sebagian besar jemaah dirawat di Rumah Sakit An Noor dan Rumah Sakit King Fahd di Makkah.
Selain itu, tim kesehatan haji Indonesia juga bekerja sama dengan Saudi German Hospital untuk penanganan sejumlah kasus tertentu.
Dani menjelaskan, faktor kelelahan masih menjadi penyebab utama jemaah harus mendapatkan perawatan setelah menjalani rangkaian ibadah Armuzna yang menguras tenaga.
Kondisi tersebut kerap diperberat oleh penyakit penyerta atau komorbid yang sudah dimiliki jemaah sejak dari Indonesia.
"Faktor pertama memang karena kelelahan pasca-Armuzna, ditambah adanya komorbid yang dibawa dari daerah asal, terutama diabetes," ujarnya.
Baca juga: Nekat Bawa Zamzam ke Bagasi? Siap-siap Koper Bakal Dibongkar di Bandara
Ia mencontohkan, ada jemaah penderita diabetes yang mengalami luka bakar pada kaki karena tidak merasakan panasnya aspal akibat gangguan saraf yang dipicu kadar gula darah tinggi.
Meski demikian, Dani memastikan kondisi para jemaah yang menjalani perawatan secara umum masih terkendali.
"Alhamdulillah jemaah kita juga sudah mulai beradaptasi dengan kondisi di Makkah, sehingga kasus pasca-Armuzna bisa lebih terkendali," katanya.
Terkait jenis penyakit yang paling banyak ditemukan, Dani menyebut gangguan pernapasan menempati urutan pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Petugas-Klinik-Kesehatan-Haji-Indonesia-KKHI.jpg)